Breaking News:

Perbaikan Fasilitas Rusunawa Harapan Jaya Pontianak Masih Tanggungjawab Kementerian PUPR

"Hingga saat ini bangunan Rusunawa Harapan Jaya memang belum dilakukan serah terima dari pemerintah pusat kepada Pemkot Pontianak. Oleh karena itu ber

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Progres pembangunan Rusunawa Empat Lantai Harapan Jaya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Kota Pontianak Derry Gunawan menyampaikan, bahwa kerusakan fasilitas ataupun gedung di Rusunawa Harapan Jaya Pontianak masih menjadi tanggungjawab Pekerjaan pusat dalam hal ini Kementerian PUPR untuk memperbaikinya.

Hal tersebut lantaran sampai saat ini, kata dia belum adanya serah terima dari pemerintah pusat dengan pemerintah Kota Pontianak.

Ia mengatakan, memang untuk lahan yang ada di Rusunawa Harapan Jaya ini milik Pemerintah Kota Pontianak, akan tetapi, kata dia, gedung yang dibangun tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

"Hingga saat ini bangunan Rusunawa Harapan Jaya memang belum dilakukan serah terima dari pemerintah pusat kepada Pemkot Pontianak. Oleh karena itu berkaitan dengan perbaikan beberapa kerusakan Rusunawa masih menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR. Dan kementerian PUPR akan melakukan revitalisasi perbaikan Rusunawa dan sudah dianggarkan di tahun 2022,” jelasnya.

Uskup Agung Pontianak Hadiri Peletakan Fondasi Pembangunan The Luxury Colletion Labuan Bajo Resort

Sementara itu untuk tahun 2021 ini, pihaknya tengah mengerjakan penataan lingkungan yang ada di Rusunawa, mulai dari penataan landscape, jalan masuk, drainase, taman dan fasilitas olahraga.

"Untuk penataan taman sifatnya stimulan, selanjutnya taman itu perawatannya dilakukan secara bergotong royong oleh warga Rusunawa. Karena Rusunawa ini boleh dikatakan sebagai kampungnya Rusunawa, lingkungan mereka,” ungkap Derry.

Fasilitas yang disediakan nantinya lanjut Derry, adalah milik Pemerintah Kota Pontianak sehingga diharapkan fasilitas seperti taman dan sarana olahraga tidak bersifat eksklusif yang hanya bisa dinikmati oleh warga Rusunawa saja, akan tetapi warga sekitar termasuk kelurahan setempat bisa ikut memanfaatkannya.

"Maka kita berharap pihak kelurahan setempat melakukan pembinaan dengan membentuk kelompok-kelompok dasawisma, kelompok tani dan lain sebagainya. Sehingga lahan dan pekarangan di rusunawa ini bisa dimanfaatkan, misalnya untuk ditanami sayur-sayuran, buah-buahan, atau usaha kuliner sehingga warga yang tinggal di rusunawa yang sebagian besar termasuk masyarakat berpenghasilan rendah bisa memperoleh tambahan penghasilan,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved