Breaking News:

Doa Katolik

Orang Kudus Katolik 18 November Santo Oddo dan Santa Rosa Philippine Duchesne

Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.

katakombe.org
Orang Kudus Katolik 18 November Santo Oddo. 

Setelah menjalani masa novisiat, Odo menerima Tonsura dan ditahbiskan menjadi seorang biarawan Ordo Benediktin.

Kesalehannya begitu menonjol dan ia menjadi seorang benediktin yang sangat kudus.

Ia setia pada disiplin hidup membiara sesuai aturan yang ditulis oleh santo Benediktus dan menjadi teladan saudara-saudaranya.

Beberapa tahun kemudian Oddo diutus biaranya untuk melanjutkan studi di kota Paris di bawah bimbingan Santo Remigius of Auxerre.

Ia menamatkan studinya empat tahun kemudian lalu kembali ke Tours.

Selama beberapa tahun kemudian Oddo hidup dalam doa dan keheningan dalam sel pertapaan di biaranya.

Suatu hari para pembesar biara memintanya untuk menulis ringkasan dari buku Moralia Paus Gregorius Agung.

Awalnya Oddo menolak karena merasa dirinya tidak layak meringkas karya dari paus yang agung tersebut.

Namun ia kemudian keluar dari sel pertapaannya dan menerima tugas itu setelah paus Gregorius menampakkan diri kepadanya.

Pada tahun 924, Oddo terpilih menjadi Abbas di biara Baume.

Tiga tahun kemudian ia terpilih menjadi Abbas untuk biara di Cluny.

Sebagai pemimpin biara, Oddo selalu bersikap tegas dalam hal disiplin dan pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi ia juga bijaksana dan lembut kepada rekan-rekan se-biara.

Pada tahun 931, Paus Yohanes XI meminta abbas Odo untuk memperbaharui kehidupan rohani di biara-biara di sekitar Aquitaine, Perancis utara dan juga Italia.

Paus juga sering menugaskannya untuk menjadi juru damai ketika terjadi pertikaian di antara para bangsawan.

Abbas Oddo juga kerap menjadi utusan paus untuk meminta para bangsawan Perancis agar melepaskan kontrol mereka terhadap biara-biara sehingga biara dapat kembali menjadi pusat spiritual, bukan menjadi sumber keuangan bagi para bangsawan lokal.

Selama hidupnya, Oddo tercatat mendirikan sebuah biara di Aventine Roma.

Ia juga menulis banyak buku. Di antaranya adalah buku biografi Santo Gerald dari Aurillac, tiga buku esai tentang moralitas, beberapa buku homili, sebuah buku puisi tentang karya penebusan, dan dua belas antifon paduan suara untuk menghormati Santo Martinus dari Tours.

Ia juga dikenal sebagai abbas yang miskin karena tidak memiliki harta apapun, selain buku-buku ilmu pengetahuan dan buku doa.

Uang dan semua harta dunia yang ada padanya akan ia serahkan pada para orang-orang miskin yang ditemuinya.

Di tahun 942, ketika sedang menjadi utusan Paus untuk mendamaikan pertikaian antara para bangsawan di Italia, Odo jatuh sakit.

Ia dapat merasakan bahwa hari kematian sudah dekat.

Karena itu ia mempersiapkan dirinya dengan semakin meningkatkan puasa dan matiraga.

Ia tidak ingin meninggal dunia di Italia, karena itu ia berdoa memohon kekuatan melalui perantaran Santo Martinus, sumber devosi seumur hidupnya.

Santo Martinus kemudian menampakkan diri kepadanya dan berkata :

“..Oh, jiwa yang suci, kekasih Allah, panggilanmu sudah dekat. Tapi aku, Santo Martinus, akan memberimu kekuatan untuk kembali ke tanah airmu, dimana hidupmu akan berakhir, dan Kristus akan memberkahimu untuk tinggal bersama umat pilihan-NYA. "

Odo yang sedang sakit keras secara ajaib dapat kembali ke Perancis.

Ia memutuskan untuk tidak kembali ke Cluny melainkan langsung menuju biara Tours karena ingin dimakamkan di samping santo Martinus.

Ia tiba tepat pada hari pesta Santo Martinus tanggal 11 November 942.

Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo tutup usia tujuh hari kemudian pada tanggal 18 November 942.

Arti nama

Nama Oddo adalah versi Italia dari nama Jermanik "Otto" yang berarti : Sejahtera, Beruntung (Old Jerman).

Variasi Nama

Audo, Odilo, Odo, Otto (Ancient Germanic), Otto (Danish), Otto (Dutch), Otto (English), Otto (Finnish).

Odilon (French), Otto, Udo (German), Ottó (Hungarian), Ode (Medieval English), Eudes (Medieval French), Otto (Norwegian), Odilon (Portuguese), Otto (Swedish).

Bentuk Feminim

Auda, Odila, Odelia, Odetta (English), Odette, Odile (French), Oda, Odilie, Ottilie, Ute (German), Otylia (Polish), Odalis, Odalys (Spanish), Ottilia (Swedish).

2. Santa Rosa Philippine Duchesne

Orang Kudus Katolik 18 November Santa Rosa Philippine Duchesne.
Orang Kudus Katolik 18 November Santa Rosa Philippine Duchesne. (katakombe.org)

Wanita kudus ini berasal dari sebuah keluarga Perancis yang kaya-raya.

Ayahnya, Pierre Francois Duchesne, adalah seorang pengacara, pengusaha, dan pemimpin sipil terkemuka di Grenoble, Perancis.

Ibunya, Rose Perier, adalah anggota dari keluarga terkemuka dari wilayah Dauphine dari Perancis.

Dari umur delapan tahun Rose sudah memiliki keinginan untuk menjadi missionaris di dunia baru Amerika.

Keinginan ini muncul karena ia sering mendengar kisah para misionaris Jesuit berbicara tentang karya mereka di sana.

Pada usia 19 tahun Rosa bergabung dengan para biarawati Visitasi di Grenoble, tanpa sepengetahuan keluarganya.

Ketika mengetahui hal ini ayahnya berusaha keras menentang pilihannya, tapi Rosa tetap teguh dengan pendiriannya hingga akhirnya sang ayah merestui keinginan putrinya itu.

Namun Ketika saatnya tiba, ia tidak dapat mengucapkan kaulnya karena Revolusi Perancis meletus.

Selama Pemerintahan Teror dari Revolusi Perancis melarang kegiatan keagamaan dan biara-biara ditutup.

Termasuk biara Rosa yang ditutup pada tahun 1792.

Rosa pun kembali kekeluarganya dan menghabiskan sepuluh tahun berikutnya hidup sebagai seorang wanita awam lagi.

Walaupun sebagai seorang wanita awam, Rosa berhasil menjaga kehidupan religiusnya seturut aturan biaranya.

Ia tetap bertindak seperti anggota yang baik dari biaranya, walau biaranya sendiri sudah ditutup pemerintah.

Dia mendirikan sekolah bagi anak-anak miskin, memberikan pelayanan kepada orang sakit, dan memberi perlindungan kepada para imam yang dikejar-kejar dan bersembunyi selama Pemerintahan Revolusioner berkuasa.

Ketika Teror berakhir, Rosa direklamasi biaranya dan mencoba untuk membangun kembali Biara dengan sekelompok kecil suster yang ia pertahankan di Grenoble selama Revolusi.

Namun, sebagian besar suster sudah lama pergi, dan pada 1804 komunitas kecil ini kemudian bergabung dengan Biara Suster Hati Kudus Yesus yang saat itu dipimpin oleh Santa Madeline Sophie Barat.

Mereka kemudian kembali membuka biara Sainte-Marie-d'en-Haut sebagai rumah kedua susteran Hati Kudus.

Rosa menjadi postulan pada bulan Desember 1804, dan mengucapkan kaul kekalnya pada tahun 1805.

Kerinduan Moeder Rosa Philippine Duchesne untuk menjadi seorang misionaris ke Dunia baru akhirnya terkabul ketika ia telah berusia hampir lima puluh tahun.

Ia sangat gembira ketika atasannya mengumumkan bahwa ia akan diutus untuk berkarya di Amerika.

Pada 14 Maret 1818 pada usia 49 tahun ia dan empat saudara dikirim sebagai misionaris ke Wilayah Louisiana untuk membangun biaranya di Amerika.

Dalam perjalanannya ke Amerika ia menderita penyakit yang hampir membunuhnya, dan setelah dia sembuh di New Orleans, ia menderita sakit parah yang juga hampir merenggut nyawanya ketika ia dalam perjalanan ke Mississippi.

Namun semua rintangan itu tidak dapat memadamkan semangat missionarisnya yang bernyala-nyala.

Di Mississippi, ia dan sekelompok kecil para biarawati berhasil mendirikan sebuah sekolah bebas biaya bagi kaum miskin.

Pekerjaan mereka amat berat oleh karena perbedaan bahasa serta adat-istiadat.

Walaupun demikian, Moeder Duchesne tidak pernah kehilangan semangat dan harapannya.

Ia selalu bersandar pada Yesus dalam segala hal.

Sementara ia bertambah tua, ia semakin menjadi lembut dan kudus.

Moeder Duchesne sungguh merupakan seorang pahlawan yang tegar menghadapi tantangan perjalanan yang berbahaya.

Ia bahkan hampir mati karena demam kuning.

Namun Yesus kembali menyembuhkannya dan menuntunnya untuk berkarya lagi.

Moeder Duchesne kemudian berhasil mengatasi berbagai macam halangan dan mendirikan 6 biara baru di Amerika.

Ketika berusia 71 tahun, Moeder Duchesne mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Superior lalu pergi ke pedalaman dan berkarya di tengah-tengah suku Pottowatomies.

Ia membantu mereka dalam bidang kesehatan dan juga mengajarkan pendidikan bagi gadis-gadis muda dari suku ini.

Karya ini, walau cuma berlangsung setahun, tetapi berhasil dengan sangat gemilang.

Sampai saat ini Moeder Duchesne tetap dikenang oleh suku ini sebagai "Wanita yang Selalu Berdoa".

Moeder Rosa Duchesne wafat pada tahun 1852 pada usia delapan puluh tiga tahun dan dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1988.

Arti nama

Rosa = Mawar.

Variasi Nama

Rose, Rosie, Rosy, Rosabel (English), Rosette, Rosine, Roselle (French), Hrodohaidis, Rothaid, Roza (Ancient Germanic).

Rosa (Danish), Rosa (Dutch), Rosa (German), Róza, Rózsa, Rózsi (Hungarian).

Rosa, Rosella, Rosetta, Rosina, Rossella (Italian), Rožė (Lithuanian), Rosa (Medieval).

Rohese, Rohesia, Royse (Medieval English), Rosa (Norwegian), Róża (Polish).

Rosa, Rosinha (Portuguese), Rosa, Rosita (Spanish), Rosa (Swedish).

Sumber: katakombe.org

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved