Kementrian Pertanian Serahkan 40 Ton Benih Padi Unggul ke Daerah Kalbar yang Dilanda Banjir

Untuk Kabupaten Sanggau, mendapat bantuan 4 Ton, Kabupaten Sekadau mendapatkan bantuan 1,5 ton, Kabupaten Sintang mendapat bantuan 3 ton, Kabupaten Me

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Priatna Sasmita, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertanian Republik Indonesia, saat menyerahkan bantuan bibit padi dari Kementrian Pertanian varietas Inpari 36 dan 37 yang diserahkan untuk berbagai wilayah Kalimantan Barat yang dilanda banjir , sekaligus untuk meningkatkan produksi petani Kalbar, Kamis 18 November 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kementrian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian memberikan bantuan 40 Ton benih padi ke daerah di Provinsi Kalimantan Barat yang dilanda banjir.

Bertempat di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menerima langsung bantuan benih padi ini, Kamis 18 November 2021.

Untuk Kabupaten Sanggau, mendapat bantuan 4 Ton, Kabupaten Sekadau mendapatkan bantuan 1,5 ton, Kabupaten Sintang mendapat bantuan 3 ton, Kabupaten Melawi mendapat bantuan 700 kg, Kapuas Hulu 2 Ton, Kabupaten Kubu Raya 6 ton, dan Kabupaten Ketapang 5 Ton.

Bakal Salurkan Bantuan Ke Wilayah Banjir, Forum Koordinasi BEM Se Kalbar Audiensi dengan Sutarmidji

Kemudian, dalam rangka meningkatkan produktivitas petani di Kalbar, kabupaten Sambas mendapatkan bantuan 7 ton, Bengkayang mendapat bantuan 1,7 ton, Landak mendapatkan bantuan 4,5 ton, Mempawah mendapatkan bantuan 2 ton, Kayong Utara 2 ton, Kota Pontianak 100 kg, dan Kota Singkawang mendapat bantuan bibit sebanyak 500 kg.

Priatna Sasmita, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertanian Republik Indonesia menyampaikan bahwa tujuan utama pemberian bibit ini untuk membantu petani Kalimantan Barat dalam meningkatkan produktivitasnya, terlebih di daerah yang saat mengalami bencana banjir.

Bantuan bibit yang diberikan pada kali ini yakni bibit varietas Inpari 36 dan Inpari 37. Dikatakan Priatna, varietas ini memiliki ketahanan yang baik terhadap air, serta memiliki ketahanan yang baik terhadap hama dan penyakit.

"Keunggulannya ini, selain potensi hasilnya tinggi juga tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh virus, karena kalau sudah terserang penyakit ini, maka bisa Fuso, dan varietas ini tahan terhadap itu,"ujarnya.

Selain untuk membantu petani dilokasi yang saat ini dilanda banjir, ia mengatakan bantuan bibit inipun bertujuan untuk membantu meningkatkan produktivitas petani di Kalimantan Barat yang saat ini dinilai masih rendah, yakni sekira 30 ton per hektar. (*)

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved