Breaking News:

80 Persen Lahan Pertanian di Daerah Banjir Kalbar Diprediksi Gagal Panen

Data dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalbar, hingga hari ini terdapat 1.922 hektar lahan yang terdampak banjir

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalbar, FLorentinus Anum ditemui Tribun Pontianak saat penyerahan bantuan bibit ke berbagai daerah di Kalbar, di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis 18 November 2021, Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - 45 ton bibit padi siap dikirimkan ke seluruh wilayah Kalimantan Barat untuk meningkatkan produktifitas petani, khususnya bagi daerah yang saat ini dilanda banjir.

45 ton bibit ini berasal dari kementrian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian sebanyak 40 ton, dan 5 ton berasal dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Kalbar.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalbar, FLorentinus Anum menyampaikan saat ini Kalbar memiliki lahan potensi luas baku sawah 242.972 hektar.

Data dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalbar, hingga hari ini terdapat 1.922 hektar lahan yang terdampak banjir, dan 80% diantaranya tidak aman, dan diprediksi fuso (gagal panen).

Perbaikan Fasilitas Rusunawa Harapan Jaya Pontianak Masih Tanggungjawab Kementerian PUPR

"dan hari ini kita memberikan bantuan khususnya kepada daerah yang terdampak banjir, dalam rangka kita mengganti lahan - lahan yang terdampak banjir, maka dari itu hari ini kami menyumbangkan benih ke daerah yang terdampak dan yang tidak untuk meningkatkan kembali produktifitasnya''ujarnya di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis 18 November 2021.

Ia mengatakan, 45 Ton benih yang cocok dalam kondisi lahan terdampak banjir untuk petani tersebut saat ini sudah siap seluruhnya dan akan langsung di distribusikan ke daerah masing - masing.

''ini dalam rangka untuk menjaga target produksi akhir tahun,''katanya.

Lebih jauh, ia mengatakan daerah yang saat ini dilanda banjir bukanlah sentra lumbung padi utama di Kalbar, daerah dengan penghasil padi terbesar di Kalbar pertama Kabupaten Sambas, Kedua Kabupaten Kubu Raya, Ketiga Kabupaten Landak, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Sanggau.

Benih yang dibagikan ini dikatakannya merupakan benih dengan varietas unggul yakni Inpari 36 dan Inpari 37, yang mampu menghasilkan hingga 7 ton per hektar, jauh diatas bibit yang digunakan kebanyakan petani di Kalbar yang hanya menghasilkan sekira 3,3 ton per hektar. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved