Doa Katolik
Orang Kudus Katolik 17 November Santo Dionisius Agung, Santa Elizabeth dan Santo Gregorius
Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh. Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peringatan Orang Kudus Katolik hari ini 17 November 2021.
Orang kudus Katolik pada 17 November merayakan Santo Dionisius Agung, Santa Elizabeth dari Hungaria dan Santo Gregorius dari Tours.
Mereka mengabdikan dirinya dalam melayani Tuhan dengan cara hidup saleh.
Kesalehan dan sikap hidup yang baik mengantar mereka menjadi kudus.
• Renungan Katolik 17 November 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan Injil Hari Ini dan Mazmur Tanggapan
Dionisius Agung atau Dionisius dari Alexandria adalah patriark Alexandria (Mesir) dan Paus gereja Koptik yang ke-14.
Ia adalah murid dari Origenes, seorang Filsuf Kristen dan cendekiawan terhebat di abad ke-3.
Karena kecerdasannya, Dionisius diangkat menjadi kepala sekolah Katekis di Alexandria, lalu dipilih menjadi Uskup agung Alexandria.
Pada tahun 250 selama penganiayaan dari Kaisar Decius, Dionisius mencoba menyelamatkan diri dari kota, tapi ia tertangkap dan dipenjarakan.
Dia kemudian berhasil diselamatkan oleh orang-orang Kristen dan bersembunyi di padang gurun Libya sampai tahun 251.
Ketika terjadi perpecahan di Roma antara Paus Cornelius dan anti-paus Novitian, Uskup Dionisius bersama Uskup Kartago, santo Siprianus dan para uskup di Afrika Utara menyatakan dukungan mereka kepada Paus Cornelius.
Dionisius kembali harus mengungsi lagi ke padang gurun di Mareotis saat Kaisar Valerian melancarkan penganiayaan bagi umat Kritiani di tahun 257.
Ia baru bisa kembali ke Alexandria setelah Kaisar Valerian meninggal di tahun 260.
Dionysius adalah seorang uskup yang lemah lembut dan penuh kasih.
Ia begitu murah hati sampai ia pernah dikecam karena memberikan pengampunan dan menerima kembali orang-orang Kristen yang telah murtad selama masa penganiayaan.
Variasi Nama
Deion, Deon (African American), Denis (Croatian), Denis (Czech), Dennis (Dutch).
Denis, Dennis, Den, Denny, Deon, Dion (English), Denis (French), Denis, Dennis (German), Dionysios (Greek).
Dionysos (Greek Mythology), Dénes (Hungarian), Dionisio (Italian), Tenney (Medieval English).
Dinis, Diniz, Dionísio (Portuguese), Denis, Dionisie (Romanian), Denis (Russian), Denis, Dionýz (Slovak).
Denis (Slovene), Dionisio (Spanish), Denys (Ukrainian)
Bentuk Pendek
Dion (Ancient Greek).
Bentuk Feminim
Denise (English), Denise (Dutch).
2. Santa Elizabeth dari Hungaria
Menurut tradisi, ia dilahirkan di sebuah kastil di Sarospatak, Hungaria, pada tanggal 7 Juli, 1207.
Ia merupakan putri Raja András II dari Hungaria dan Gertrud dari Andechs-Merania.
Pada usia 4 tahun ia dibawa ke istana raja Thüringen di Jerman Tengah, untuk menjadi calon mempelai bagi pangeran Thüringen.
Pada tahun 1221, ketika ia baru berusia 14 tahun, Elizabeth dinikahkan dengan raja Louis, penguasa Thuringia.
Elizabeth seorang mempelai yang cantik, yang amat mengasihi suaminya yang tampan.
Louis membalas kasih isterinya dengan segenap hatinya.
Tuhan mengaruniakan kepada mereka tiga anak dan mereka hidup berbahagia selama enam tahun.
Pada musim semi tahun 1226, ketika banjir, kelaparan, dan wabah malapetaka menimpa Thüringia, Raja Louis, sedang mewakili Kaisar Romawi Suci dalam Reichstag (Parlemen Negara) di kota Cremona.
Elizabeth berusaha keras mengendalikan pemerintahan dalam negeri dan mendistribusikan bantuan kesemua bagian wilayah yang terkena bencana.
Ratu bahkan juga mendermakan jubah kenegaraan beserta hiasannya kepada orang miskin.
Di bawah Kastil Wartburg, ia membangun sebuah rumah sakit dengan 28 ranjang dan mengunjunginya setiap hari untuk merawat mereka yang sakit.
Hidup Elizabeth berubah dengan drastis pada tanggal 11 September, 1227 ketika suaminya Louis berangkat bersama pasukan Thuringia dan bertempur pada Perang Salib Keenam.
Dalam perjalanan Louis meninggal terkena wabah di Otranto, Italia.
Jenazahnya dikembalikan pada Elizabeth pada tahun 1228 dan dimakamkan di Reinhardsbrunn.
Ketika mendengar kabar kematian suaminya, Elizabeth konon mengatakan, "Ia sudah mati.
Sepertinya untukku seluruh dunia dan segala kesenangannya sudah mati hari ini."
Dihadapan jenazah suaminya Elizabeth pun bersumpah untuk tidak menikah lagi dan akan melanjutkan hidupnya sebagai seorang biarawati.
Sanak-saudara Louis tidak pernah menyukai Elizabeth karena ia biasa membagikan banyak makanan kepada kaum miskin.
Semasa Louis masih hidup, mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
Tetapi sekarang, mereka dapat dan mereka melakukannya.
Segera saja, puteri yang cantik serta lemah lembut ini beserta ketiga anaknya diusir dari kastil.
Mereka menderita kelaparan serta kedinginan.
Namun, Elizabeth tidaklah mengeluh akan penderitaannya yang berat itu.
Malahan ia mengucap syukur kepada Tuhan karena Ia memperoleh kesempatan untuk meneladani semangat kemiskinan St. Fransiskus Asisi.
Elizabeth menerima penderitaannya sama seperti ia menerima kebahagiaannya.
Sanak-saudara Elizabeth datang menolongnya.
Ia beserta anak-anaknya mempunyai tempat tinggal kembali.
Pamannya menghendaki agar Elizabeth menikah lagi, karena ia masih muda dan menarik.
Tetapi Elizabeth menolak. Ia telah bertekad untuk mempersembahkan dirinya kepada Tuhan.
Ketika pamannya berusaha memaksanya untuk menikah; Elizabeth tetap teguh pada sumpahnya, bahkan mengancam akan memotong hidungnya sendiri supaya tidak ada pria yang akan tertarik dan menikahinya.
Dan sang paman pun akhirnya menyerah.
Elizabeth kemudian bergabung menjadi anggota Ordo ketiga Fransiskan, dan membangun sebuah rumah sakit di Marburg untuk orang miskin dan sakit dari semua hartanya yang tersisa; bahkan uang mas kawinnya.
Ia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dengan melayani mereka yang sakit serta miskin.
Ia bahkan pergi memancing sebagai usaha untuk memperoleh tambahan uang untuk membeli obat-obatan bagi kaum miskin yang dikasihinya.
St. Elizabeth baru berusia dua puluh empat tahun ketika ia wafat.
Menjelang ajalnya, orang dapat mendengarnya bersenandung pelan di atas pembaringannya.
Ia yakin betul bahwa Yesus akan membawanya kepada-Nya.
Elizabeth wafat pada tahun 1231.
Setelah kematian Elizabeth, banyak keajaiban terutama keajaiban dalam penyembuhan dilaporkan terjadi di makamnya di dalam gereja dan di rumah sakit yang didirikannya.
Atas perintah Paus, penyelidikan diadakan pada orang-orang yang telah secara ajaib disembuhkan antara bulan Agustus 1232 dan Januari 1235.
Hasil dari penyelidikan tersebut dilengkapi oleh vita dari seorang calon santa, dan bersama dengan testamen dari para pelayan Elizabeth (tercantum di dalam buku yang disebut the Libellus de dictis quatuor ancillarum s. Elisabeth confectus), membuktikan alasan yang cukup untuk memberikan Gelar Kudus (kanoninasi ) pada Elizabeth.
Maka pada tahun 1235 di Kota Perugia Italia, Paus Gregorius IX memaklumkan secara resmi Elizabeth dari Thuringia sebagai Santa.
Piagam kepausan tersebut ada di dalam layar "Schatzkammer" dari Deutschordenskirche di Wina, Austria.
Jenazah St.Elizabeth kemudian dibaringkan di sebuah altar dari emas yang masih dapat dilihat sampai sekarang di Gereja St. Elisabeth di Marburg.
Pada saat Reformasi Protestan, gereja ini diambil alih oleh para pengikut Protestan sampai saat ini.
Namun demikian umat Katolik masih diberi tempat tersendiri untuk beribadah dalam gereja tersebut.
Arti Nama
Berasal dari kata Yunani : Ελισαβετ (Elisabet), yang aslinya berasal dari kata Ibrani : אֱלִיש ֶבַע ('Elisheva') yang berarti : Tuhan adalah Hidupku / Tuhan saya adalah kelimpahan / Pemuja Tuhan.
Variasi Nama
Elisabeth, Elsabeth, Elyzabeth, Elisabeth (English), Zabel (Armenian), Elixabete (Basque), Elisabet (Biblical Greek).
Elisheba (Biblical Hebrew), Elisabeth (Biblical Latin), Elisaveta (Bulgarian), Elizabeta (Croatian).
Alžběta, Izabela, Eliška (Czech), Elisabet, Elisabeth, Isabella, Eli, Elise, Ella, Else, Lilly, Lis, Lisa, Lisbet, Lise (Danish).
Elisabeth, Isabella, Isabelle, Betje, Elise, Elly, Els, Else, Elsje, Ilse, Isa, Lies, Liesbeth, Liese, Liesje, Lijsbeth, Lisa (Dutch).
Eliisabet, Liisa, Liisu (Estonian), Elisabet, Eliisa, Elisa, Elsa, Liisa, Liisi (Finnish).
Élisabeth, Isabel, Isabelle, Babette, Élise, Lili, Lilian, Liliane, Lilianne, Lise, Lisette (French), Sabela (Galician), Eliso (Georgian).
Elisabeth, Isabel, Isabelle, Bettina, Elisa, Elise, Elli, Elsa, Else, Ilsa, Ilse, Isa, Isabell, Isabella, Lies, Liesa, Liese, Liesel, Liesl, Lili, Lilli, Lisa, Lisbeth (German).
Elisavet (Greek), Elikapeka (Hawaiian), Elisheva (Hebrew), Elizabeth, Izabella, Bözsi, Erzsi, Liza, Zsóka (Hungarian).
Elísabet (Icelandic), Eilís, Eilish, Isibéal, Sibéal (Irish), Elisabetta, Isabella, Elisa, Elsa, Isa, Liana, Liliana, Lisa (Italian).
Elžbieta, Elzė (Lithuanian), Elisaveta (Macedonian), Ealisaid (Manx), Ibb (Medieval English).
Isabel (Medieval Occitan), Elisabet, Elisabeth, Isabella, Eli, Elise, Ella, Else, Lilly, Lis, Lisa, Lisbet, Lise (Norwegian).
Isabèl (Occitan), Elżbieta, Izabela, Izabella, Eliza, Liliana (Polish), Isabel, Belinha, Elisa, Elisabete, Isabela, Liana, Liliana (Portuguese),.
Lílian (Portuguese (Brazilian)), Elisabeta, Isabela, Isabella, Liliana (Romanian), Elizaveta, Yelizaveta, Liza, Lizaveta (Russian).
Ealasaid, Elspet, Elspeth, Iseabail, Ishbel, Isobel, Beileag, Lileas, Lilias, Lillias (Scottish), Jelisaveta (Serbian).
Alžbeta, Eliška (Slovak), Elizabeta, Špela (Slovene), Isabel, Ysabel, Elisa, Isa, Isabela, Isabella, Liliana (Spanish).
Elisabet, Elisabeth, Isabella, Elise, Ella, Elsa, Lilly, Lis, Lisa, Lisbet, Lise (Swedish)
Bentuk Pendek
Bess, Bessie, Beth, Betsy, Bette, Bettie, Betty, Buffy, Elisa, Eliza, Ella, Ellie, Elly, Elsa.
Elsie, Elyse, Libbie, Libby, Liddy, Lilian, Lilibet, Lilibeth, Lillia, Lillian, Lisa, Lise, Liz.
Liza, Lizbeth, Lizette, Lizzie, Lizzy, Tetty, Bettye, Elle, Leanna, Leesa, Liana, Liliana (English).
Santo Gregorius dari Tours adalah seorang uskup di Tours Perancis pada abad keenam.
Ia juga adalah seorang penulis dan sejarawan.
Dengan berbagai usahanya ia berhasil mengembangkan kota itu menjadi salah satu pusat kekristenan di Prancis Tengah.
Lahir di Auvergne, Perancis pada tahun 540 dari keluarga campuran Prancis-Romawi yang cukup terpandang dalam masyarakat dan Gereja.
Nama kecilnya adalah Georgius Florentius; nama Gregorius dikenakannya sebagai kenangan akan seorang leluhur dari pihak ibunya yang menjadi uskup di Langers.
Sepeninggal Euphronius, saudara sepupunya pada tahun 573, Gregorius menggantikan dia sebagai Uskup kota Tours.
Ia juga menuis sebuah buku bagi para rohaniwan tentang dasar-dasar astronomi.
Bukunya ini menolong mereka dalam mengatur waktu terutama dalam kaitan dengan kewajiban-kewajiban membaca dan berdoa pada malam hari.
Gaya penulisannya sangat sederhana; ia dengan tangkas menghindari uraian-uraian yang fantastis yang menandai hampir semua karya ilmu pengetahuan pada masa itu.
Ia juga menulis tentang riwayat hidup Santo Martinus dari Tours (315-399) dan Santo Yulianus dari Brioude, yang hidup pada abad ketiga, dan menyusun riwayat hidup dari para orang kudus dan martir dari Perancis.
Karyanya yang terbesar ialah 10 buah buku Sejarah Bangsa Prancis.
Dua buku pertama berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari penciptaan sampai tahun 511.
Buku ketiga dan keempat menguraikan secara ringkas Sejarah Kerajaan Frank sampai tahun 573.
Sedangkan enam buku berikutnya merupakan suatu kumpulan kronik tentang peristiwa-peristiwa dari 573-tahun di mana Gregorius menjadi uskup-sampai tahun 591.
Uskup Gregorius lebih menonjol sebagai seorang pencerita dengan gaya bahasa yang hidup daripada seorang sejarawan objektif.
Ia memberikan suatu gambaran yang hidup tentang keadaan suatu masyarakat, dengan lebih memberi tekanan kuat pada hal-hal yang menakjubkan dari suatu peristiwa yang diuraikannya.
Kemampuannya yang paling menonjol terlihat di dalam kemampuan melukiskan perangai tokoh-tokoh yang berperan di dalam suatu peristiwa.
Kisahnya tentang peristiwa permandian Raja Clovis dan pengikut-pengikutnya pada tahun 496 adalah sebuah cerita klasik yang sangat menarik.
Tokoh-tokoh dinasti Meroving dari Prancia seperti Clotaire I, Chilperic I, Guntram, Ratu Fredegund, dan anggota-anggota lainnya digambarkan dengan begitu hidup dibarengi suatu pemahaman yang tinggi.
Seperti sejarawan-sejarawan lainnya, cerita-ceritanya mempunyai akurasi dan daya tarik yang tinggi seolah-olah dia sendiri mengalaminya.
Buku Sejarah Bangsa Prancis yang ditulisnya dipakai oleh Santo Bede, Paul Deacon dan sejarawan lainnya dari abad ketujuh dan kedelapan.
Buku itu mempunyai nilai sejarah yang tinggi sebagai satu sumber informasi primer tentang Zaman Meroving dari Sejarah Prancis.
Tanpa buku itu asal-usul monarki itu tak dikenal oleh ahli-ahli zaman sekarang.
Arti Nama
Berasal dari nama Yunani Γρηγοριος (Gregorios), yang diturunkan dari kata γρηγορος (gregoros) yang berarti "waspada".
Variasi Nama
Gregory (English), Grigor, Krikor (Armenian), Grigor (Bulgarian), Grgur, Grga (Croatian), Řehoř (Czech).
Gregers (Danish), Grégoire (French), Grigol (Georgian), Gregor (German), Gregorios (Greek).
Gergely, Gergő (Hungarian), Gréagóir (Irish), Gregorio (Italian), Gregorios, Gregorius (Late Greek).
Grigorijs (Latvian), Grigor (Macedonian), Gregers (Norwegian), Grzegorz (Polish), Grigore (Romanian).
Grigori, Grigoriy, Grigory, Grisha (Russian), Gregor, Griogair, Greig (Scottish), Gregor (Slovak).
Grega, Gregor (Slovene), Gregorio, Goyo (Spanish), Greger (Swedish), Hryhoriy (Ukrainian), Grigor (Welsh).
Sumber: katakombe.org
(Update informasi seputar katolik klik di sini)
(*)