Breaking News:

OJK Kalbar Lakukan Dialog Interaktif Pemberantasan Pinjol Ilegal

“Kami berharap tidak ada masyarakat yang tertipu dan dirugikan, tertindas oleh pihak tak bertangung jawab, seperti pinjol ilegal,” katanya.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
Kepala OJK Kalimantan Barat, Maulana Yasin saat memberikan sambutan Media Gathering sosialisasi dan dialog interaktif bersama jurnalis ekonomi tentang upaya pemberantasan aplikasi pinjol ilegal, Rabu 17 November 2021. Tribun Pontianak/Imam Maksum 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - OJK Kalimantan Barat melakukan Media Gathering sosialisasi dan dialog interaktif bersama jurnalis ekonomi tentang upaya pemberantasan aplikasi pinjaman online ilegal, Rabu 17 November 2021.

Kepala OJK Kalbar, Maulana Yasin mengatakan insan media telah mendukung tugas fungsi OJK Kalbar khususnya dalam penyampaian berita positif di media masa terkait OJK, industri jasa keuangan dalam rangka pemulihan ekonomi akibat pandemi yang terjadi hampir dua tahun ini.

Menurutnya, diketahui bersama peran insan media dalam menyampaikan informasi cepat, tepat, akurat kepada masyarakat luas. Merupakan tugas penting dalam rangka meningkatkan literasi dan pemahaman.

“Isu terkini dan strategis seperti maraknya pinjol ilegal yang merugikan dan meresahkan masyarakat,” katanya.

Tim Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak Ringkus Pelaku Curanmor Sekaligus Penadah

Dia mengatakan OJK merupakan lembaga yang diberikan amanah oleh UU sebagai regulator industri keuangan, selalu memperhatikan dan menjamin keamanan masyarakat yang menjadi konsumen dari industri keuangan.

“Kami berharap tidak ada masyarakat yang tertipu dan dirugikan, tertindas oleh pihak tak bertangung jawab, seperti pinjol ilegal,” katanya.

OJK, kata Maulana Yasin, bersama BI, Polri, Kominfo, dan seluruh stakeholder terkait yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi (SWI) yang memberantas pinjaman online ilegal.

“Menutup website dan aplikasi pinjol ilegal selama 2021 bersama SWI, menutup sebanyak 116 entitas pinjol ilegal dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Pontianak,” katanya.

Dari 2018 Sampai 2021 sebanyak 3631 entitas ponjol ilegal diblokir oleh SWI. SWI, jelasnya, akan terus berupaya memberantas pinjol ilegal dengan cara mengungkap pinjol ke seluruh lapisan masyarakat, mengajukan blokir website dan aplikasi pinjol kepada Kominfo.

“Ketiga memutus akses pinjaman dari pinjol, melaporkan ke Bareskrim Polri untuk proses hukum,” ucapnya.

Dia mengungkapkan OJK senantiasa melakukan sosialisasi kepada mayarakat secara berkelanjutan agar menggunakan pinjol legal yang terdaftar dari OJK.

“Kita mengingakkan agar bertransaksi dengan fintech yang legal yang terdaftar di OJK sehingga terawasi oleh OJK,” katanya.

Dia berharap ada sinergi dengan insan media yang dapat berjalan semakin baik, penting dalam mendukung berita akurat dan benar ke masyarakat sebagai bentuk komunikasi yang efektif buat masyarakat.

“Sehingga tindakan yang dapat merugikan masyarakat dapat diminimalisir dan bahkan dapat ditiadakan,” katanya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved