Breaking News:

Warga Gang Haji Giman Jalan Danau Sentarum Pontianak Kecewa Akses Jalan Gang Ditutup

"Saat saya menjual tanah itu di Tahun 2011 oleh pemborong sudah saya sampaikan jika ada sekitar 3,5 meter tanah digunakan untuk jalan umum. Sesuai jug

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Tembok milik pengusaha elektronik yang diduga menutupi akses jalan Gang Haji Giman Jalan Danau Sentarum Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengusaha Eletronik di Jalan Danau Sentarum, Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota diduga menutup akses jalan yang seharusnya diperuntukan untuk jalan warga sekitar.

Hajah Mugiarti beserta keluarga yang merupakan Pemilik tanah asal sebelum dibeli oleh sang pengusaha tersebut mengatakan bahwa sebelum dibeli tanah tersebut ada sekitar 3,5 meter telah dihibahkan untuk jalan Gang warga.

Dikatakannya bahwa sertifikat tanah yang saat ini masih atas namanya itu jelas menyebutkan jika sebagian tanah tersebut telah dihibahkan untuk fasilitas umum.

"Saat saya menjual tanah itu di Tahun 2011 oleh pemborong sudah saya sampaikan jika ada sekitar 3,5 meter tanah digunakan untuk jalan umum. Sesuai juga dengan sertifikat aslinya," ujarnya, Selasa 16 November 2021.

Kini jalan gang tersebut sudah ditutup oleh pembangunan tembok yang mengakibatkan pemilik tanah dibelakang bangunan tertutupi dan tidak bisa lewat.

Hajah Mugiarti menjelaskan jika hibah tanah untuk fasum merupakan wasiat ayahnya sebelum wafat.

"Almarhum ayah saya yang minta dari tanah tersebut dihibahkan untuk jalan. Sertifikat juga sudah jelas, makanya kami sangat kecewa karena pengusaha yang saat ini mendirikan ruko menutup jalan tersebut," ungkapnya.

Dukung UMKM Saat Pandemi Pamerkan Hasil Kompetisi Kreasi Kuliner Asli Lokal Buatan UMKM Se-Pontianak

Melihat jalan umum yang seharusnya dapat digunakan sebagai jalan Gang warga setempat yang kini sudah ditutupi tembok. Ia bersama keluarganya akan mengadukan hal ini ke pihak terkait.

"Kami sudah lapor Kelurahan namun belum ada jalan keluarnya. Saya kecewa sekali karena jalan Fasum itu sudah sesuai aturan. Sekarang pengusaha itu sama sekali tidak mengindahkan hukum yang ada,”sesalnya.

Di sertifikat pun masih jelas tertulis bahwa 3,5 meter tanah dihibahkan untuk fasum. Namun ia menanyakan kenapa pengusaha tersebut menutup jalan tersebut dan dibangun lagi tandon air.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved