Breaking News:

TURUT BEREMPATI Konsorsium Kratom Serahkan Empat Truk Bantuan untuk Korban Banjir Kalbar

Koordinator Konsorsium Kratom, Yosef menuturkan pihaknya mewadahi asosiasi-asosiasi kratom menyebutkan empat truk yang berisi logistik tersebut sudah

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Dok Konsorsium Kratom
Perwakilan Konsorsium Kratom saat menyerahkan bantuan logistik untuk korban banjir melalui satgas banjir Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebagai bentuk empati terhadap para korban banjir di Kalbar para pengusaha kratom lintas organisasi bersatu menggalang bantuan logistik.

Koordinator Konsorsium Kratom, Yosef menuturkan pihaknya mewadahi asosiasi-asosiasi kratom menyebutkan empat truk yang berisi logistik tersebut sudah diserahkan kepada Satgas Banjir Kalbar untuk segera disalurkan.

Bantuan tersebut berupa mie instan, susu formula untuk balita, kopi, minuman sachet, pembalut wanita, dan kebutuhan siap pakai lainnya.

"Karena ada permitaan dari korban bahwa barang-barang ini juga sangat mereka butuhkan, karena toko dan warung tutup semua kena banjir. Ada lima asosiasi yang terlibat di sini, yaitu Perkrindo, Komphar, PPHI, PKSI dan AKI," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Pontianak, Selasa 16 November 2021.

BANJIR SURUT Pedagang Pasar Masih Berjualan di Jalan Protokol Tugu Juang Melawi

Dirinya mengaku tergugah untuk ambil peran untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanganan banjir yang melanda kawasan timur Kalimantan Barat . Ditambahlagi sejumlah kawasan yang terkena banjir adalah daerah penghasil kratom, dan sudah tentu banyak petani yang terdampak.

"Kita harap banjir segera surut dan para pengungsi bisa pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga kegiatan ekonomi di daerah-daerah tersebut bisa kembali normal," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Hasil Alam Borneo, Hari Tri Yoga mengatakan banjir membuat pohon-pohon kratom di Kapuas Hulu dan Sintang terendam, sehingga daunnya tidak bisa dipanen.

Menurutnya kotoran dari banjir itu melekat di daun. Kalau dipaksa untuk dipetik, kualitasnya akan jelek sekali.

"Jadi kita mengandalkan stok yang lama dan daerah yang tak kena banjir. Selain itu, banjir juga membuat sejumlah ruas jalan tidak bisa dilewati," ujarnya.

kendati demikian, sejak sebelum banjir pun, pengiriman kratom ke negara tujuan sudah terhambat lantaran kapal kontainer yang langka. Kelangkaan ini terjadi di seluruh dunia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved