Breaking News:

Bonus Demografi Diharapkan Beriringan Laju Perkembangan Teknologi Digital

“Ini merupakan sebuah tanda kita mampu tumbuh positif. Di balik itu kita lihat komponen pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga. Sepert

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/IMAM MAKSUM
Peneliti Departemen Ekonomi CSIS, Fajar Bambang saat memberikan materi diskusi publik, Selasa 16 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peneliti Departemen Ekonomi CSIS, Fajar Bambang mengatakan trend pertumbuhan ekonomi tahun 2020 di Indonesia secara tahunan turun negatif, 2,07 persen.

“Tetapi setidaknya mulai awal 2021 seperti ada momentum akan pulih 7,7 persen secara nasional di kuartal kedua,” ujar Fajar Bambang saat menjadi narasumber diskusi publik UPB Pontianak, Selasa 16 November 2021.

Dia mengatakan meskipun terjadi PPKM yang sangat ketat di Juli hingga September 2021 ekonomi Indonesia masih tumbuh 3, 51 persen.

“Ini merupakan sebuah tanda kita mampu tumbuh positif. Di balik itu kita lihat komponen pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga. Seperti yang terjadi Kalbar,” ucapnya.

Lebih menarik, kata Fajar Bambang, dari proses pemulihan ekonomi Indonesia itu, adalah terkait dengan vaksinasi. Diketahui peningkatan vaksinasi sejak akhir Juli 2021 atau setelah gelombang kedua pandemi.

Hal tersebut merupakan modal bahwa pemulihan ekonomi harus sejalan dengan pemulihan kesehatan khususnya terkait dengan vaksinasi.

Peduli Korban Banjir, KSOP Pontianak Kirimkan 2 Truk Bahan Pokok ke Lokasi Bencana

“Jadi kita berharap vaksinasi terus berlangsung agar terjadi herd immunity, dan bisa tahan terhadap penyebaran virus yang ada di lingkungan,” harapnya.

Selain itu, dia berujar, agaimana melihat terkait perubahan demografi di Indonesia. Tahun 2045 piramida populasinya akan diisi oleh pemuda yang produktif. Dengan adanya ekspektasi tersebut, maka Indonesia perlu membenahi dari berbagai sisi maupun berbagai macam aspek.

Agar, lanjut dia, bonus demografi yang diharapkan seiring dengan laju perkembangan teknologi digital yang ada. Aspek sumber daya manusia, inovasi dan regulasi harus menjadi salah satu consent untuk memajukan Indonesia.

“Indek inovasi global 2021 menyebutkan Indonesia berada di posisi 8 dari 132 negara. Ini merupakan posisi rendah karena kita berada di bawah Brunei, Uzbekistan,” tambahnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved