Breaking News:

Warga Terdampak Banjir di Sejumlah Wilayah di Kalbar Krisis Beras dan Gas Elpiji 3 Kg

Akibat luapan sungai tebidah dan kayan tersebut, pemukiman penduduk di 6 desa terendam banjir.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/David Nurfianto
Kendaraan tampak mengantri menerobos banjir di ruas jalan jalan lintas Kabupaten Sekadau-Sanggau tepatnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Jumat 12 November 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU  -  Warga di dua Desa di Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, mulai kesulitan mendapatkan beras dan gas elpiji 3 Kg setelah satu bulan terendam banjir. Camat bersyukur bantuan logistik terus mengalir.

Camat Belitang, Hermasyah, mengatakan dua desa yang mulai kesulitan beras dan elpiji adalah Desa Belitang Satu dan Desa Belitang Dua. Kedua desa ini cukup parah terdampak banjir. Ketinggian air yang menggenangi permukiman warga sudah mencapai 1-1,5 meter dari lantai rumah warga.

Akibatnya ada sebanyak 864 KK yang terdampak dan ada penambahan 30 KK akibat intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir. Adapun jumlah jiwa yang terdampak diperkirakan lebih dari 3.000 jiwa, yang saat ini juga telah mengungsi di berbagai tempat.

Banjir tersebut juga berdampak pada perekonomian warga. Masyarakat yang notabene berkerja sebagai petani kelapa sawit dan karet tidak bisa lagi bekerja ataupun memanen hasil perkebunannya. Kondisi tersebut akhirnya membuat perekonomian di dua desa itu lumpuh.

Bagikan Sembako ke Korban Banjir, Kapolsek: Saling Membantu Terhadap Sesama 

Selain itu, kesulitan mendapatkan beras dan gas elpiji 3 kg juga mulai dirasakan warga setempat. Hal itu dikarenakan ketinggian air di Sungai Ayak yang semakin meningkat mengakibatkan pendistribusian sembako cukup sulit.

"Dua hari yang lalu kita sudah menyampaikan tentang kelangkaan beras dan gas kepada Dinas Koperasi UMKM dan kita lihat hari ini sudah ada datang gas elpiji 3 artinya hal ini sudah ditanggapi dengan baik," kata Hermasyah, Jumat 12 November 2021.

Hermansyah bersyukur dengan kondisi tersebut masih banyak pihak yang peduli dan menyalurkan bantuan dengan sukarela. Seperti Kejaksaan Negeri Sekadau yang juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga. Hal itupun disambut baik oleh Hermansyah mewakili masyarakatnya.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Persatuan Jaksa Indonesia se-Kalimantan Barat dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini atas kepedulian dan bantuan yang diberikan bagi warga kami," ungkapnya.

Bantuan logistik tersebut berupa beras, mi instan, makanan kaleng, kopi, susu, popok bayi, pembalut, sarung, air mineral, makanan ringan, minyak goreng, dan obat-obatan. Bantuan ditujukan bagi daerah yang terkena banjir yaitu Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang dan Melawi.
Hermasyah juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu warganya yang kesulitan, khususnya Pemkab Sekadau dan Pemprov Kalbar.

Kabupaten Sekadau, sudah tiga pekan dilanda banjir, ketinggian air bertahan dan meluas, kini mencapai 3,1 meter. Meluasnya banjir di Kabupaten Sekadau mengakibatkan bertambahnya satu lagi desa terdampak banjir dengan total 28 desa, dari 6 kecamatan se-Kabupaten Sekadau. Ketinggian air di beberapa titik lokasi, sampai dengan pukul 18.00 juga bertahan antara 50 cm sampai dengan 3,1 meter.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved