Sintang Trending di Twitter, 3 Pekan Korban Banjir Mengungsi Warga Kesulitan Beraktivitas

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Sintang, banjir terjadi sejak tanggal 23 Oktober 2021.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Seorang warga membantu anaknya menyebrangi genangan banjir di jalan pemukiman Desa Ampar Bedang, Kecamatan Binjai Hulu, yang terendam banjir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sempat menjadi trending topik di Twiter pada Sabtu 13 November 2021, setelah Politikus Partai Gerindra, Faldi Zon menyindir Presiden Jokowi soal banjir 3 pekan belum surut.

Anggota DPR-RI tersebut mempertanyakan, kapan Presiden Jokowi berkunjung ke Sintang, setelah menjajal langsung Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah 3 minggu banjir belum surut," tulis Fadli di akun Twitter pribadinya, @fadlizon, seperti dilihat, Sabtu 13 November 2021.

Sutarmidji Melepas Truk Kebaikan yang Membawa Bantuan Perlengkapan Bayi dan Balita ke Sintang

Berdasarkan catatan BPBD Kabupaten Sintang, banjir terjadi sejak tanggal 23 Oktober 2021. Hingga hari ini, banjir belum sepenuhnya surut, meski volume air di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga dilaporkan berangsur surut.

[Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang]

Banjir menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam. Tiga titik ditutup sementara oleh Satlantas Polres Sintang, karena karena terendam banjir terlalu dalam. Antara lain: jalan PKP Mujahidin, Jalan Kelam dan Sungai Durian.

Pada Sabtu, 13 November 2021, banjir yang merendam ruas jalan lintas kabupaten di Lintas Melawi masih cukup tinggi meski volume air dalam dua hari terakhir surut.

Kendaraan roda dua masih belum bisa melintasi jalan Lintas Melawi. Hanya kendaraan truk, maupun doubel gardan yang bisa melintas mengangkut penumpang.

Mobilisasi masyarakat tersendat, menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan di simpang 5 tugu adi pura pada pagi dan sore hari mengantri untuk naik perahu ataupun naik ke truk tronton yang disediakan pihak swasta maupun pemerintah dan TNI Polri.

Komandan Kodim 1205/Sintang, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, dalam laporannya menyebut dalam 50 hari terakhir di Kabupaten Sintang sudah terjadi dua kali banjir, pada awal Oktober banjir bertahan hingga 2 minggu dan di akhir Oktober terjadi banjir kembali dengan dampak yang lebih besar hingga hari ini.

"Pemda Sintang Sudah bergerak cepat dengan menindaklanjuti pendirian pos-pos siaga, posko pengungsian, dapur umum, posko kesehatan sejak pertama kali banjir terjadi, pada tanggal 30 Agustus Kabupaten Sintang sudah menetapkan status siaga darurat yang mana kemudian di tanggal 05 Oktober 2021 ditetapkan status tanggap darurat yang diperpanjang hingga 16 November, dan Kami juga sudah membentuk Komando tanggap darurat penanganan bencana alam pada tanggal 05 November 2021," kata Dandim.

JAWAB Cuitan Fadli Zon, Lasarus Nilai Presiden Jokowi Sangat Memperhatikan Korban Banjir di Sintang

Dandim menyebut, ada 12 Kecamatan dari 14 Kecamatan yang terdampak, dengan total 35.117 Kk atau 140.468 jiwa terdampak.

Dampak banjir juga terjadi pada penerangan dan air bersih, serta kegiatan belajar mengajar juga sudah di berhentikan untuk sementara waktu. Personil yang sudah disiapkan dalam penanganan ini mulai dari TNI-Polri, dan unsur Pemda termasuk Basarnas BPBD, dan lainya.

Ekonomi Lumpuh

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved