Breaking News:

Berita Video

6 Polisi Jalani Sidang Etik Kasus Pencabulan dan Pemerasan, Berikut Pengakuan Korban

Wanita berusia 19 tahun itu dihadirkan karena menjadi korban pemerasan dan pencabulan anggota polisi yang disidang etik itu.

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEDAN - Tersandung kasus pemerasan dan pencabulan, enam anggota polisi yang berdinas di Polsek Kutalimbaru menjalani sidang etik di Polrestabes Medan, Kamis 11 November 2021.

Keenam anggota polisi yang hadir untuk menjalani sidang etik itu antara lain Aiptu Desvi Ramanda dan Aipda Suheri Darwin Berutu.

Kemudian, Aipda Heri Kurnia Ryadi, Aiptu Hawa Gurusinga, Aipda Sahri Pohan dan Bripka Rahmad Hidayat Lubis.

Selain keenam polisi tersebut, turut hadir istri dari seorang tersangka kasus narkoba berinisial MU.

Wanita berusia 19 tahun itu dihadirkan karena menjadi korban pemerasan dan pencabulan anggota polisi yang disidang etik itu.

Dalam persidangan tersebut, terungkap fakta bahwa beberapa oknum polisi dari Polsek Kutalimbaru itu ternyata menguasai sebagian harta milik MU.

Terkait Kasus Pencabulan Bocah 6 Tahun di Pontianak, Polresta Pontianak Periksa 5 Saksi

Dari pengakuannya, MU mengatakan bahwa polisi-polisi tersebut menguasai beberapa unit kendaraannya berupa sepeda motor.

Karena beberapa motornya disita, MU dibebaskan saat polisi melakukan penggerebekan untuk menangkap suaminya dan teman suaminya terkait penemuan narkoba jenis sabu-sabu.

MU yang merupakan warga Aceh, saat ini suaminya masih ditahan. Dalam sidang itu, MU menceritakan pada saat polisi melakukan penggerebekan.

Saat itu, ada tiga orang yang ditangkap oleh polisi ketika penggerebekan yakni dirinya, Andi Subrata dan Sayed Maulana.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved