Breaking News:

Update Banjir di Kabupaten Sanggau, 223 KK Mengungsi

Kemarin juga lanjut Siron, disalurkan bantuan logistik di pengungsi di Desa Inggis, Ilir Kota, Tanjung Kapuas, Nanga Biang dan Sui Alai.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
Kondisi banjir yang melanda Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 10 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Siron menyampaikan update kondisi banjir yang melanda beberapa Kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu 10 November 2021. Banjir terjadi sejak 23 Oktober 2021 hingga saat ini.

Kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Kapuas, Kecamatan Mukok, Kecamatan Jangkang, Kecamatan Meliau, Kecamatan Toba, dan Kecamatan Tayan Hilir.

Berdasarkan pengamatan dibeberapa titik lokasi dalam kota Sanggau pada 9 November 2021, ketinggian air turun 15 sentimeter dari tanggal 8 November 2021.

"Dan hampir semua pemukiman di pinggir sungai kapuas terendam banjir dengan ketinggian 20 sampai 200 sentimeter dari lantai rumah,"katanya, Rabu 10 November 2021.

Dapur Umum Masyarakat Sanggau Bersatu Salurkan Makanan Siap Saji

Data sementara yang terdampak banjir pada 9 November 2021 di Kecamatan Kapuas sebanyak 3.849 KK/ 12.770 jiwa. Kecamatan Mukok sebanyak 782 KK dan 3.028 jiwa, Kecamatan Jangkang sebanyak 452 rumah dan 1.455 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Meliau sebanyak 1.182 KK dan 2.012 jiwa, Kecamatan Toba sebanyak 645 KK/2.192 jiwa, dan di Kecamatan Tayan Hilir sebanyak 1.386 KK/4.790 jiwa.

"Totalnya sebanyak 8.296 KK/26.247 jiwa. Untuk Kecamatan Jangkang banjir sudah surut dan tidak ada lagi rumah yang tergenang banjir,"jelasnya.

Siron menambahkan, saat ini ada beberapa warga yang mengungsi dan data sementara yang diterima yakni di Kecamatan Kapuas sebanyak 160 KK/423 jiwa, Kecamatan Mukok sebanyak 41 KK/161 jiwa, dan di Kecamatan Toba sebanyak 22 KK. Total sementara jumlah pengungsi sebanyak 223 KK/584 jiwa. Ada yang mengungsi di posko pengungsian ataupun posko pengungsian darurat dan ada juga yang di rumah kerabat nya masing-masing.

Upaya yang dilakukan lanjut Siron, Mengingatkan kepada Camat yang daerah nya berpotensi untuk banjir agar selalu waspada dan memantau perkembangan muka air dan mengambil langkah-langkah antisipasi.

"Dan jika air terus naik agar mendirikan posko banjir dan tempat pengungsian dimasing-masing Kecamatan. Kemudian melaksanakan patroli bersama (BASARNAS,TRC,TNI,POLRI) untuk pemantauan lokasi banjir di dalam Kota Sanggau,"jelasnya.

Pemerintah Daerah melalui BPBD Kabupaten Sanggau melakukan Mapping dan Pendataan terhadap wilayah yang terdampak Bencana Alam Batingsor. Kemudian Pendistribusian Bansos kepada masyarakat dalam pelaksanaan di koordinir satu pintu melalui BPBD.

"Menyediakan tempat pengungsian dimasing-masing Kecamatan dan Desa Yang Terdampak. Penyaluran Bantuan Sosial dari Pemerintah Provinsi Kalbar, Pemkab Sanggau sudah dilakukan. Mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir dan tetap mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap Bencana alam,"ujarnya.

Kemarin juga lanjut Siron, disalurkan bantuan logistik di pengungsi di Desa Inggis, Ilir Kota, Tanjung Kapuas, Nanga Biang dan Sui Alai.

"Kebutuhan mendesak seperti air bersih, Logistik, Sarana dan Prasarana evakuasi seperti perahu, Tenda untuk pengungsi, Kasur dan selimut,"pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sanggau)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved