Breaking News:

Doa Katolik

Renungan Katolik 10 November 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan Injil dan Mazmur Tanggapan

Bacaan pertama Kebijaksanaan 6:1-1 dan bacaan injil Lukas 17:11-19. Mazmur Tanggapan 82:3-4.6-7 R:8a dan bait pengantar Injil 1 Tesalonika 5:1.

Valentine CHAPUIS / AFP
Seseorang mengisi botol air Lourdes di Sanctuary of Lourdes pada 1 November 2021, barat daya Prancis, pada malam konferensi uskup Prancis. 

Dan sementara dalam perjalanan mereka menjadi tahir.

Seorang di antara mereka ketika melihat bahwa dirinya telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki yesus dan mengucap syukur kepada-Nya.

Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir?

Di manakah yang sembilan orang tadi? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?”

Lalu Ia berkata kepada orang itu, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan Katolik

Bacaan -bacaan hari ini berbicara tentang kemahakuasaan Allah.

Dalam Kitab Kebijaksanaan, para disarankan untuk mendengarkan Tuhan Yang Mahatinggi karena kekuasaan yang mereka miliki berasal dari Tuhan.

Sementara itu, dalam Injil Lukas digambarkan kekuasaan Tuhan dalam menyembuhkan sepuluh orang kusta.

Akan tetapi, ada satu nilai yang sangat ditekankan, yaitu tanggal mengucap syukur.

Yesus telah menyembuhkan sepuluh orang kusta dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, namun satu orang yang datang menemui Yesus untuk mengucap syukur atas kesembuhan yang mereka alami.

Mengucap syukur merupakan satu hal sederhana yang harus kita lakukan di atas apa yang kita peroleh dan Tuhan, ia telah memberikan semua yang terbaik bagi kita, karena Dia mengenal dan memahami apa yang kita perintahkan.

Bahkan rela mengurbankan diri-Nya sendiri sampai mati terhina di kayu salib.

Apa yang membuat kita sulit bersyukur?

Pada umumnya karena kita menganggap diri kita hebat dan kuat.

Di kala menerpa hidup kita, sering kali bertekuk lutut di hadapan Tuhan pilihan adalah yang harus dibuat.

Namun, ketika situasi sulit itu berlalu, kita cepat sekali lupa atau lupa bahwa kuasa Tuhanlah yang memampukan kita dan menunjuk jalan yang masih dilalui untuk mengatasi kesulitan itu.

Kita terlalu membanggakan diri.Tindakan mengucap syukur atas apa yang kita lakukan semata-mata reaksi emosional sebagai manusia,

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang selalu memiliki rasa syukur dalam keadaan apa pun, sebab rencana-Mu pastilah yang terbaik bagi kami. Amin.

Sumber: adiutami.com

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved