Peringatan Hari Pahlawan, Sutarmidji Ajak Gotong Royong Bantu Masyarakat Terdampak Banjir

Sutarmidji juga menunjuk Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar sebagai Ketua Satgas Banjir Provinsi Kalbar.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Foto Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dan Wagub Kalbar bersama Veteran usai menjadi Inspektur Upacara di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu 10 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November untuk mengenang dan memperingati perjuangan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menjadi Inspektur Upacara di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu 10 November 2021.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat,Ria Norsan juga mengikuti dengan khitmat upacara bersama para Legiun Veteran Republik Indonesia Kalimantan Barat, jajaran Forkopimda Provinsi Kalbar, serta beberapa kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalbar.

Di momen Peringatan Hari Pahlawan, Gubernur Kalbar meminta seluruh jajarannya untuk turut meringankan beban masyarakat yang sedang dilanda musibah banjir.

Bertemu Staff Presiden, Gubernur Sutarmidji Bahas Realisasi Jembatan Sambas Besar

“Ini waktunya kita bersama-sama bergotong-royong untuk membantu meringankan beban masyarakat, saudara-saudara kita yang terdampak bencana, dalam bentuk apapun untuk meringankan beban para korban, apalagi sekarang masih dalam kondisi pandemi Covid-19,”ujarnya.

Gubernur Sutarmidji meminta daerah yang rawan banjir untuk segera menyiapkan database banjir agar mudah terpantau oleh pemerintah setempat maupun masyarakat.

Melalui database, dikatakannya semuanya akan terukur. Jika pasang air atau Daerah Aliran Sungai (DAS) sudah bertambah 1 meter, maka lokasi dan jumlah wilayah yang terdampak akan segera terdeteksi.

Namun, saat ini pemerintah berfokus menjaga kebutuhan pokok masyarakat.

Hal lain yang perlu diperhatikan pasca banjir yaitu kesehatan masyarakat yang terdampak, kebutuhan obat-obatan, persiapan rumah sakit, serta kebutuhan sembako.

“Umumnya, pasca banjir akan diiringi dengan sakit diare, penyakit kulit, kemudian ISPA. Oleh karena itu, Pemprov Kalbar akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota untuk menyiapkan semuanya," ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga menunjuk Satgas Pangan Provinsi Kalbar untuk memastikan sembako tersedia bagi masyarakat yang terdampak agar tidak terjadi kekurangan.

“Untuk Pemkab yang terdampak, jangan pernah mengatakan sembako tidak tersedia. Jika terjadi hal seperti itu, segera laporkan kepada Pemprov Kalbar agar dapat disediakan,”ujarnya.

Sutarmidji juga menunjuk Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar sebagai Ketua Satgas Banjir Provinsi Kalbar.

Diakuinya penanganan bencana pasti terdapat beberapa kendala, seperti faktor kondisi alam, dimana alat transportasi di Kalbar tidak semudah di daerah lainnya.

“Pemprov Kalbar sudah maksimal dalam menangani bencana banjir. Jangan saling menyalahkan, tapi kita harus bahu-membahu dan saling membantu,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved