Gubernur Sutarmidji Bakal Bikin Nangis Pengusaha Sawit di Kalbar yang Tak Peduli Korban Banjir

Sutarmidji: Saya Buat Nangis Mereka, Saya Doakan Kebun Mereka Busuk Semua

Penulis: Anggita Putri | Editor: Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengungkapkan kekesalannya kepada pengusaha perkebunan sawit di Kalbar.

Menurutnya, para pengusaha itu tak punya kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir.

Hal itu disampaikannya setelah mengumpulkan pengusahan perkebunan sawit di Kalbar.

Pada pertemuan itu, Sutarmidji mengusir perwakilan pengusaha perkebunan sawit karena tak juga menemukan putusan akhir bagaimana sinergitas untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. 

50 Hari Terakhir Sintang Dua Kali Banjir, 140 Ribu Jiwa Terdampak 1.906 Jiwa Mengungsi

“Kemarin kumpul dengan asosiasi perkebunan sawit, alasannya banyak amat, bilang saja tidak mau bantu banjir. Ada 20 pengusaha sawit," katanya.

"Jadi di pertemuan itu tidak ada keputusan, jadi saya usir dari kantor gubernur,” kata Sutarmidji kepada wartawan, Selasa 9 November 2021.

Ia menganggap apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan sawit tersebut kurang ajar, sebab ditegaskannya bahwa mereka adalah bagian dari dampak yang terjadi sekarang.

Akan tetapi malah seenaknya mengatakan bahwa daerah yang terdampak banjir bukan di kawasan perkebunan mereka. 

“Kayak gitu kurang ajar. Jangan seenaknya. Sekarang alasan kebun mereka tidak di daerah terdampak banjir. Itu memang betul, tapi yang namanya ekosistem adalah satu kesatuan bukan terpisah,” beber Midji. 

Dampak Banjir, Puluhan Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Sanggau Alami Puso

Ia mengatakan seakan para pengusaha tersebut hanya ingin mencari kekayaan di Kalbar, tapi tak mau peduli tentang Kalbar. 

Bahkan yang membuatnya semakin jengkel.

Pengusaha sawit yang hadir hanya mengutus orang-orang suruhan yang memang tidak bisa mengambil keputusan saat itu. 

“Mereka yang datang hanya suruhan saja orang yang cuma disuruh ngomong tapi tak bisa ambil putusan. Dikiranya Pemda bisa di mainkan kayak gitu,” tegasnya.

“Saya usir saja mereka, dan tak mau berhubungan lagi. Ada apapun saya tidak peduli  mau protes mereka terserah saja,” tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved