KISAH Indah Dampingi Pasien Rujukan Ibu Hamil Pembukaan 7 Gunakan Sampan Lewati Banjir di Sintang

hampir sebagian besar ruas jalanan kota Sintang saat ini dikepung banjir. Termasuk ruas jalan Lintas Melawi, rute yang harus dilewati untuk mengevakua

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Proses evakuasi pasien ibu hamil di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, cukup menegangkan. Bagaimana tidak, ibu hamil yang tengah pembukaan 7 tersebut terpaksa harus dirujuk dari Puskemas Sungai Durian ke Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang.

Masalahnya, hampir sebagian besar ruas jalanan kota Sintang saat ini dikepung banjir. Termasuk ruas jalan Lintas Melawi, rute yang harus dilewati untuk mengevakuasi seorang ibu hamil yang hendak melahirkan tersebut.

Proses evakuasi pasien rujukan tersebut terpaksa menaiki perahu sepanjang hampir 1 kilo meter di ruas jalan Lintas Melawi yang terendam banjir sejak beberapa hari terakhir.

Kunjungi Sintang, Kepala BNPB Ganip Warsito Hanya Pantau Kondisi Banjir dari Atas Tronton

Banjir menyebabkan ruas jalan tersebut nyaris lumpuh. Saking dalamnya, perahu dan speedboat bisa melintas membawa penumpang. Hanya kendaraan tertentu saja yang mampu melintasi genangan air yang sudah mencapai pinggang orang dewasa tersebut.

 “Dalam pikiran kami, apapun rintangan yang ada, transportasi apapun yang kami tumpangi, yang penting ibu dan bayinya cepat sampai ke RSUD Ade M Djoen, untuk mendapatkan tindakan dari dokter spesialis kandungan,” kata Indah Fitri Handayani kepada Tribun Pontianak, Selasa 9 November 2021.

Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang

Indah, merupakan Bidan di Puskemas Sungai Durian.  Pada Senin kemarin, dia bersama dengan Bidan Tika mendampingi proses evakuasi pasien rujukan dari Puskemas Sungai Durian menuju ke RSUD Ade M Djoen.

Pasien rujukan itu, berinisial HR, usia 34 tahun, warga Mengkurai, Kecamatan Sintang. Pasien tersebut datang ke Puskemas Sungai Durian pada Minggu, 7 November 2021, dengan keluhan ingin melahirkan. Dokter dan bidan yang berdinas pagi saat itu langsung memeriksa kondisinya. Intruksi dokter, langsung dirawat inap di Puskemas dan dilakukan observasi kemajuan persalinan.

“Kami terus kami konsultasi dan observasi pasien. Dokter mengambil keputusan pasien harus dirujuk agar bisa mendapatakn tindakan secepatnya di RSUD Ade M Djeon, karena proses persalinanya itu lama, dan tidak maju-maju. Dirujuk supaya ibu dan bayinya cepat diselamatkan,” ujar Indah.

Setelah mendapatkan surat rujukan, pasien dibawa menggunakan mobil ambulance Puskemas Sungai Durian. Karena ruas jalan lintas melawi kebanjiran, mobil hanya sampai di lokasi tambatan perahu.

Bidan Indah bersama dengan rekannya, termasuk Bumil dan suaminya terpaksa harus turun dari mobil dan pindah duduk di atas perahu.

Di atas perahu, ada 5 orang, termasuk motoris. Karena tiang botol infuse tidak dibawa, akhirnya botol tersebut dipegang sepanjang jalan lintas melawi oleh Indah selama di atas perahu.

Beras Bantuan Provinsi Kalbar Belum Didistribusikan di Sintang, Poniman Ungkap Alasannya

“Kami tidak memikirkan apa rintangan yang ada. Dalam pikiran kami, yang penting ibunya harusnya sampai ke rumah sakit dan segera mendapatkan tindakan," ujarnya.

"Ada harunya,  karena suasana sedang banjir jadi proses perjalanan untuk menuju ke rumah sakit, agak sedikit lambat. Tapi kita mau gimana lagi itu udah bencana, memang harus dihadapi, harus kita jalani, dengan sepenuh hati, insya allah semua berjalan lancar ibu dan bayinya selamat alhamdulilah sampai ke rumah sakit rujukan,” kata Indah.  

Setibanya di simpang 5, pasien tersebut langsung ditolong oleh tim gabungan TNI Polri dan PSC 119 Dinkes Sintang, kemudian dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulance.

Informasi yang dihimpun Tribun Pontianak, ibu hamil yang yang dirujuk ke RSUD Ade M Djoen menggunakan perahu sudah melahirkan dengan selamat. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved