Beras Bantuan Provinsi Kalbar Belum Didistribusikan di Sintang, Poniman Ungkap Alasannya

Kita sudah menyurati gubernur untuk minta beras candagan kurang lebih 80 ton akan kita salurkan sesuai dengan permohonan

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Lumpuhnya akses jalan Lintas Melawi akibat terendam banjir menyebabkan mobilisasi kendaraan terhambat. Hanya kendaraan tertentu yang bisa lewat. Satu-satunya akses transportasi yang tersedia truk tronton dan perahu sebagai alternatif menyebrangi banjir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Beras bantuan Pemprov Kalbar, untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Sintang, masih belum didistribusikan.

Penyebabnya, Dinas Sosial saat ini masih fokus menyelesaikan penyaluran beras cadangan Pemerintah Kabupaten Sintang, yang saat ini masih tersisa 5,4 ton beras di gudang.

Sementara yang sudah terdistribusikan ke sejumlah kecamatan terdampak banjir mencapai 87 ton.

"Beras cadanagan pemerintah kabupaten sintang 87 ton sudah kita distribusikan ke kecamatan. Sekarang sisa 5,4 ton. Kalau sudah habis, kita akan ajukan lagi untuk beras cadangan Pemprov Kalbar. Kita sudah menyurati gubernur untuk minta beras candagan kurang lebih 80 ton akan kita salurkan sesuai dengan permohonan," kata Poniman, Kassi Perlindungan Sosial Dinas sosial Kabupaten Sintang, Senin 8 November 2021.

Siapkan Pilkada Serentak, KPU Kubu Raya Lakukan Kunker ke KPU Kabupaten Sintang

Poniman menjabarkan, beras cadangan Pemkab Sintang sudah disalurkan ke sejumlah wilayah. Kecamatan Sintang paling banyak, totalnya mencapai 24 ton. Kecamatan Sepauk 6 ton beras, Tempunak 5 ton, Dedai 10 ton.

"Kecamatan Ketungau Hilir hari ini mereka ambil sendiri, kelam 800 kilo, desa nanga lebang. Yang belum tersalurkan kayan hulu dan kayan hilir, terkendala jalan darat karena mobol tidak bisa lewat untuk menganar ke sana. Serawai, dalam proses mencari kapal yang bisa membawa, untuk angkutan ke sana," kata Poniman.

Dinsos juga sudah mendistribusikan bantuan 2 ton telur dari Kemensos, termasuk bantuan sembako lainnya dari pihak swasta.

"Sudah kita informasikan, setiap desa untuk mengambil bahan logistik khususnya dapur umum secepatnya di kecamatan. Untuk 17 ton (dari Pemprov Kalbar) sudah kita salurkan. Kendala di lapangan, khusus angkuran darat, ada kendala banjir, khususnya kecamatan kayan huku dan hilir. Jalur air kita juga kesulitan, kapal yang membawa logistik ke hulu, terutama serawai. Kecamatan sintang 5 kilo per kk, kecamatan lain 4 kilo kk. Kekurangannya kita berikan lewat beras cadangan provinsi. Untuk sisa 5,4 ton akan kita keluarkan alokasi binjai dan sintang," jelas Poniman. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved