Update Banjir di Kabupaten Sanggau, 67 KK Mengungsi

"Dan hampir semua pemukiman di pinggir sungai kapuas terendam banjir dengan ketinggian 20 sampai 100 sentimeter dari lantai rumah,"jelasnya.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Suasana di Posko Pengungsian GOR Bujang Malaka Sanggau, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kemarin. BPBD Sanggau. IST. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Siron menyampaikan update kondisi banjir yang melanda beberapa Kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalbar, Minggu 7 November 2021.

Kecamatan yang dimaksud adalah Kecamatan Kapuas, Kecamatan Mukok, Kecamatan Jangkang, Kecamatan Meliau, Kecamatan Toba, dan Kecamatan Tayan Hilir.

Berdasarkan pengamatan dibeberapa titik lokasi dalam kota Sanggau pada 6 November 2021, Ketinggian air bertahan dan sama seperti pada tanggal 5 November 2021.

"Dan hampir semua pemukiman di pinggir sungai kapuas terendam banjir dengan ketinggian 20 sampai 100 sentimeter dari lantai rumah,"jelasnya.

Pengurus Daerah Muhammadiyah Sanggau Gelar Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Antar Umat Beragama

Data sementara yang terdampak banjir pada 6 November 2021 di Kecamatan Kapuas sebanyak 3.171 KK, dan 11.359 jiwa. Kecamatan Mukok sebanyak 739 KK dan 2.916 jiwa, Kecamatan Jangkang sebanyak 452 rumah dan 1.455 jiwa.

Kemudian di Kecamatan Meliau sebanyak 879 KK dan 3.329 jiwa, Kecamatan Toba sebanyak 179 rumah dan 595 jiwa, dan di Kecamatan Tayan Hilir sebanyak 876 rumah dan 2.836 jiwa.

"Totalnya sebanyak 6.286 KK dan 22.490 jiwa. Untuk Kecamatan Jangkang banjir sudah surut dan tidak ada lagi rumah yang tergenang banjir,"jelasnya.

Siron menambahkan, saat ini ada beberapa warga yang mengungsi dan data sementara yang diterima yakni di Kecamatan Kapuas, Kelurahan Tanjung Kapuas, 14 KK/ 40 Jiwa mengungsi di Bangunan SD 4 Sanggau, RT009 Tanjung Kapuas 1 kk/6 jiwa mengungsi di Tenda Penampungan.

Kemudian di Kelurahan Sungai Sengkuang 2 KK/ 6 jiwa Ke Gedung YKMS Masjid Agung Sanggau,
Kelurahan Beringin 8 KK / 26 jiwa mengungsi di Gedung GOR Bujang Malaka Sanggau.

Lingkungan liku 5 kk/ 18 jiwa mengungsi di tenda depan Masjid Liku, Desa Penyeladi Hulu 6 KK/ 30 jiwa mengungsi di Gedung PAUD Penyeladi Hulu. Balai Nanga 8 KK / 32 jiwa mengungsi di SDN Balai Nanga, Desa Sei Muntik 5 KK /14 jiwa mengungsi di Gedung SD Sei Muntik.

Kemudian di Desa Penyelimau Hilir 4 KK mengungsi di rumah adat baru Desa Penyelimau. dan di Kecamatan Mukok 4 KK/21 jiwa mengungsi di Gedung Pertemuan Kecamatan Mukok.

"Total sementara jumlah pengungsi di Kecamatan Kapuas 53 KK/163 jiwa dan di Kecamatan Mukok sebanyak 4 KK/21 jiwa. Totalnya 67 KK dan 184 jiwa,"ujarnya.

Upaya yang dilakukan, kata Siron, Mengingatkan kepada Camat yang daerah nya berpotensi untuk banjir agar selalu waspada dan memantau perkembangan muka air dan mengambil langkah-langkah antisipasi.

"Dan jika air terus naik agar mendirikan posko banjir dan tempat pengungsian dimasing-masing Kecamatan. Kemudian melaksanakan patroli untuk pemantauan lokasi banjir di dalam Kota Sanggau,"ujarnya.

Pihaknya lanjut Siron, juga melakukan Pemasangan Tenda di RT09 Sungai Ranas, Kelurahan Tanjung Kapuas untuk pengungsian. Kemudian evakuasi Warga RT004 Setompak, Kelurahan Sungai Sengkuang yang Sakit.

"Droping Logistik untuk tempat Penampungan GOR Bujang Malaka, SDN 4 Sanggau, Desa Penyeladi Hulu dan Desa Penyelimau Hilir. dan patroli pemantauan kondisi banjir di kecamatan Kapuas,"tuturnya.

Untuk kebutuhan mendesak yakni air bersih, Logistik serta sarana dan prasarana evakuasi seperti perahu. (*)

(Simak berita terbaru dari Sanggau)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved