Potensi Menjanjikan dan Bantu Ekonomi Keluarga, Warga Desa Sedahan Jaya Budidaya Lebah Madu Kelulut

“Untuk keperluan sehari-hari, anak dan istri, membeli susu, beras, sayur, ya untuk sehari-harilah. Selama masa pendemi ini, kalau tidak pandai-pandai

Penulis: Jovi Lasta | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Proses memanen madu kelulut, oleh Yayat Aryadi (31) warga Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Minggu 7 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Yayat aryadi (31) warga Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, memanfaatkan sekitar pekarangan rumahnya untuk membudidayakan lebah madu kelulut.

Budidaya madu kelulut merupakan potensi yang menjanjikan, terkhusus dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 saat ini. Hal inipun juga untuk membantu ekonomi keluarganya.

Melalui budidaya lebah madu tersebut, dirinya memanfaatkan potensi dan peluang usaha yang ada. Tak ada alasan, membudidayakan madu kelulut ini untuk membantu ekonomi keluarga.

Dirinya mengungkapkan, hasil budidaya madu kelulut ini dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya di rumah. Madu tersebut Yayat panen pada masa waktu sebulan sekali dengan hasil jutaan rupiah tiap bulannya.

“Untuk keperluan sehari-hari, anak dan istri, membeli susu, beras, sayur, ya untuk sehari-harilah. Selama masa pendemi ini, kalau tidak pandai-pandai bertahan, ya ini budi daya madu,” ujar Yayat, Minggu 7 November 2021.

Radio Kayong Utara Gelar Lomba Foto Jurnalistik dan Siaran

“Untuk madu kelulut itu saya panen sebulan sekali, dengan hasil bisa mencapai jutaan rupiah perbulan,” timpalnya.

Lebih lanjut, dirinya menuturkan sebelum pandemi ini terjadi ia bekerja sebagai pemandu wisata serta ikut membantu warga lokal menyediakan homestay yakni rumah-rumah warga untuk disewakan kepada wisatawan yang datang, lokal maupun wisatawan dari mancanegara yang berkunjung ke desa.

“Dulu saya disektor wisata, menerima homestay merupakan rumah warga lokal disewakan untuk tempat menginap para wisatawan masuk ke Desa Wisata Sedahan Jaya ini. Karena Pandemi turis tidak dapat masuk saya beralih ke budi daya madu ini,” Dia menambahkan.

Sebelum pandemi Covid-19, dirinya sudah memulai budidaya madu keulut pada tahun 2018, namun tidak secepat dan berkembang saat ini. Permintaan yang semakin meningkat, ia akhirnya menambah persediaan madu.

“Saya tambah lagi persediaan madu untuk dijual, karena permintaan madu alhamdulillah banyak. Bahkan ada permintaan dari Bali, satu minggu lalu. Selain Bali, Jakarta, Pontianak dan sekitar wilayah Kayong Utara,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kayong Utara)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved