Breaking News:

Kesultanan Pontianak Bantah Pengeroyokan Nina Widiastuti

Syarif Hasan menceritakan, pada Minggu 30 Oktober 2021, Istana Kadriah Pontianak memang melaksanakan acara penobatan gelar.

Editor: Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kesultanan Kadriah Pontianak membantah adanya pengeroyokan terhadap Nina Widiastuti yang diduga terjadi pada Minggu 30 Oktober 2021.

Bantahan ini disampaikan Syarif Hasan Bakrie Alkadrie, yang menjadi Ketua Panitia Milad Kota Pontianak ke 250 tahun 2021 di Kesultanan Kadriah Pontianak.

Syarif Hasan menceritakan, pada Minggu 30 Oktober 2021, Istana Kadriah Pontianak memang melaksanakan acara penobatan gelar.

Satu di antaranya adalah penobatan gelar Maha Ratu Suri Mahkota Agung Tanaya Ahmad.

Kegiatan berlangsung sebagaimana mestinya. Tidak ada sesuatu hal gawat dan memiliki unsur pidana yang terjadi.

"Tidak ada itu hal yang terjadi misalnya pengeroyokan, keributan yang bagaimana," tegas Syarif Hasan.

Sultan Pontianak Tegaskan Nina Widiastuti Sudah Jadi Mantan Istri

"Karena pada saat yang sama itu hadir juga tamu undangan. Di situ ada Pak La Nyala ketua DPD RI, yang mana sampai selesai acara mereka tidak beranjak dari situ," tegasnya.

"Bilamana terjadi keributan, hal yang pelanggaran hukum, tidak mungkin mereka diam. Saya tegaskan tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi pada saat itu di Istana Kadriah,'' ujarnya.

Selanjutnya, ia pun menegaskan, dalam hal penganugrahan atau pemberian gelar dari Sultan ke berbagai pihak baik itu internal maupun eksternal, itu mutlak merupakan hak prerogatif dari Sultan.

"Tidak ada rambu-rambu ataupun hukum yang mengatur dimana Sultan boleh memberi gelar si A atau si B, ataupun tidak boleh, sepenuhnya itu merupakan hak dari Sultan, sepanjang itu berdasarkan hubungan pribadi beliau, tidak boleh kita masuk dalam ranah tersebut," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved