Breaking News:

Buron 5 Tahun, Terpidana Kasus Kepabean Yudhi Guntoro Diringkus Tim Tabur Kejati Kalbar

Dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Invoice, dan Packing List tersebut DPO menyebutkan barang yang diekspor adalah Coconut Products

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Dr Masyhudi menggelar konfrensi pers di Kejaksaan Tinggi Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis 4 November 2021. Yudhi Guntoro seorang terpidana kasus pemalsuan dokumen kepabeanan akhirnya ditangkap setelah buron selama lima tahun sejak tahun 2016. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Buron selama 5 tahun sejak tahun 2016, seorang terpidana kasus pemaluan dokumen kepabeanan bernama Yudhi Guntoro akhirnya berhasil diringkus tim Tabur (tangkap buronan) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Terpidana Yudhi Guntoro ditangkap oleh tim Tabur Kejaksaaan di tempat persembunyiannya di Perumahan Green Boulevard yang berada di Jalan Tanjung Riau, Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, rabu 3 november 2021.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Dr. Masyhudi pada konfrensi pers di Kejaksaan Tinggi Kalbar kamis 4 november 2021 menyampaikan kasus yang menjerat Yudhi Guntoro bergulir pada tahun 2014.

Dimana saat itu, Yudhi Guntoro mengekspor Rotan Asalan dari Indonesia ke Singapura dengan membuat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Invoice, dan Packing List sebagai syarat untuk melakukan ekspor barang dengan menggunakan kop surat dan stempel palsu.

Target Capaian Vaksinasi Akhir Oktober di Pontianak Tidak Tercapai

Dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Invoice, dan Packing List tersebut DPO menyebutkan barang yang diekspor adalah Coconut Products atau bukan Rotan Asalan.

Namun, saat Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Pontianak melakukan pemeriksaan fisik terhadap barang yang dicantumkan di dalam Surat Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), petugas mendapatkan isi daripada 6 (enam) Container seluruhnya adalah Rotan Asalan atau bukan Coconut Products.

Atas hal itu dilakukan penyidikan oleh KPPBC TMP B Pontianak yang telah Menyerahkan Pemberitahuan Dokumen Pelengkap Pabean yang Palsu.

Berdasasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1857 K/Pid.Sus/2016 Tanggal 6 Oktober 2016 Jo Putusan Pengadilan Tinggi Pontianak Nomor: 27/Pid.Sus/2016/PT.PTK Tanggal 28 April 2016 Jo Putusan Pengadilan Negeri Pontianak Nomor: 730/Pid.Sus/2015/PN.PTK Tanggal 8 Desember 2015, DPO atas nama Yudhi Guntoro dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Menyerahkan Pemberitahuan Dokumen Pelengkap Pabean yang Palsu sebagaimana ketentuan Pasal 103 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan UU RI No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Berdasarkan putusan pengadilan, Yudhi Guntoro divonis Hukuman Pidana Penjara selama 3 (Tiga) Tahun dan Denda Sebesar Rp.100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) Pidana Pengganti 6 (enam) bulan kurungan.

Namun setelah putusan tersebut, ternyata terpidana itu kabur, hingga akhirnya berhasil diringkus tim Tabur dari Kejaksaan Tinggi Kalbar pada rabu 3 November 2021.

Setelah selesai menjalani berbagai pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Kalbar, nantinya terpidana Yudhi Guntoro akan menjalani hukuman di Lapas Kelas 2 A Pontianak.

"saat ini masih ada 12 lagi buronan, waktu pertama kali saya datang kesini ada 23 buronan, dan sudah kita tangkap 11, target kita semua bisa tertangkap walaupun anggaran yang disediakan tidak banyak, namun target kita tetap berusaha menangkap semuanya,''tutur Dr. Masyhudi.

Kajati Kalbar menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para pelaku tindak kejaghatan, kepada para buronan tidak akan ada tempat yang aman bagi mereka untuk bersembunyi, hanya tinggal menunggu waktu saja para buronan itu akan berhasil ditangkap. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved