Breaking News:

Bimtek Madu Kelulut Dusun Mensio, Kapolsek Menjalin Dukung Produktivitas Eco Friendly

Untuk memberikan edukasi tentang potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk perekonomian, khususnya masyarakat yang berdomisili di sekitar kawasan kon

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bimtek madu kelulut di Dusun Mensio. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kapolsek Menjalin Ipda Andreas Quinn bersama dengan Camat Menjalin menghadiri acara bimtek (bimbingan teknis) Madu Kelulut oleh UPT KPH Landak kepada masyarakat di Dusun Mensio, Kecamatan Menjalin pada Selasa 2 November 2021.

Acara ini dihadiri kurang lebih 25 orang perserta, turut hadir juga Kepala UPT KPH Wilayah Landak menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Provinsi Kalimantan Barat ini merupakan program Pemerintah kepada masyarakat di pedesaan.

Untuk memberikan edukasi tentang potensi alam yang dapat dimanfaatkan untuk perekonomian, khususnya masyarakat yang berdomisili di sekitar kawasan konservasi hutan adat.

Dalam sambutannya, Kapolsek Menjalin Ipda Andreas Quinn mengatakan bahwa diselenggarakannya bimtek ini, merupakan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap sektor perekonomian masyarakat desa.

Menurut Ipda Andreas, wujud perhatian dari pemerintah melalui UPT KPH dengan melakukan acara bimtek budidaya lebah tanpa sengat kepada masyarakat merupakan kegiatan yang mengusung konsep 'eco-friendly', karena menyasar pada masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kawasan hutan adat.

Polres Landak Vaksinasi 100 Santri dan Pelajar di Kecamatan Ngabang

"Karena seperti yang diketahui bersama bahwa tingkat kriminalitas terhadap lingkungan masih marak seperti tindak pidana perambahan hutan, penambangan liar dan kegiatan-kegiatan lainnya yang mencemari kelestarian alam," ujar Kapolsek dikonformasi pada Kamis 4 November 2021.

Ipda Andreas menyampaikan, dengan hilangnya beberapa aktivitas pekerjaan yang seharusnya menjadi kegiatan rutin, perlahan-lahan akan menjadi _'trigger'_ bagi masyarakat.

Sehingga dengan alasan ekonomi, muncul niat-niat negatif yang dibarengi kesempatan untuk melakukan yang menyebabkan terjadinya tindak kejahatan terhadap lingkungan sekitar.

Ipda Andreas juga berharap, dengan dilaksanakannya bimtek ini, konsentrasi kegiatan sosial masyarakat dapat tersalurkan secara positif.

"Semoga dengan adanya edukasi yang meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengolah potensi di sekitarnya, dapat mengurangi laju angka kejahatan dan yang paling penting dapat menaikkan kemampuan berekonomi masyarakat, sehingga menjadi _'win-win solution'_ yaitu masyarakat mendapatkan keuntungan dan alam tetap terjaga kelestariannya," tutup Andreas. (*)

(Simak berita terbaru dari Landak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved