Breaking News:

Doa Katolik

Hari Arwah 2 November, Sejarah dan Tradisi Gereja Katolik

Sejak awal Kristianitas, praktik dan tradisi memperingati dan mendoakan arwah telah berkembang di dalam Gereja melalui teks-teks liturgi awal.

Kolase/AFP
Foto diambil pada 14 Oktober 1963 di pemakaman Père Lachaise di Paris, saat pemakaman penyanyi Edith Piaf. Di depan lemari besi, Theo Sarapo (suami artis yang meninggal), kewalahan, didukung oleh Louis Barrier, impresario Edith Piaf, sementara pendeta dari Catholic Theatre Union membacakan doa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Peringatan arwah semua orang beriman atau yang umum disebut hari arwah dirayakan setiap 2 November.

Peringatan ini dirayakan sesudah perayaan hari raya semua orang kudus pada 1 November 2021.

Dengan mempersembahkan Kurban Ekaristi pada Hari Arwah, imam bersama umat mengharapkan agar semua orang beriman yang telah wafat disucikan dan dapat memandang Allah dalam kebahagiaan.

Orang Kudus Katolik 2 November Santo Eustachius dan Beato Pius dari Santo Aloysius

Sejarah

Sejak awal Kristianitas, praktik dan tradisi memperingati dan mendoakan arwah telah berkembang di dalam Gereja melalui teks-teks liturgi awal.

Praktik mendoakan arwah telah dilakukan sejak Perjanjian Lama, tepatnya ketika Yudas Makabe mendoakan arwah orang-orang yang gugur dalam pertempuran melawan Gorgias (2 Mak 12:38-45).

St. Paulus pun berdoa bagi Onesiforus, kawan yang mengunjunginya di Roma (2 Tim 1:18).

Pada abad ke-4, St. Yohanes Krisostomus, Uskup Agung Konstantinopel, berpesan dalam homilinya.

“Baiklah kita membantu dan mengenangkan mereka [yang telah meninggal]. Kalau anak-anak Ayub saja telah disucikan oleh kurban yang dibawakan oleh bapanya (Ayb 1:5).

Bagaimana kita dapat meragukan bahwa persembahan kita membawa hiburan untuk orang-orang mati?

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved