Breaking News:

Hadiri Rakor APDESI DPC Mempawah, Wagub Kalbar Harap Dukungan Percepat Perluasan Vaksinasi

Serta juga dihadiri langsung oleh Ketua APDESI Mempawah, Abdul Majid, beserta jajarannya. Pertemuan tersebut tentunya dilakukan dengan penerapan proto

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wagub Kalbar, Ria Norsan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) DPC Kabupaten Mempawah di Aula Kantor Desa Wajok Hilir, Selasa 2 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wagub Kalbar, Ria Norsan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) DPC Kabupaten Mempawah di Aula Kantor Desa Wajok Hilir, Selasa 2 November 2021.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Mempawah, Erlina, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Ketua DPRD Mempawah, Ria Mulyadi, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Ermin Elviani.

Serta juga dihadiri langsung oleh Ketua APDESI Mempawah, Abdul Majid, beserta jajarannya. Pertemuan tersebut tentunya dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Kalbar menyinggung mengenai penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi yang harus selalu digencarkan.

Hadiri Vaksinasi DPC Gerindra, Kapolsek Mempawah Timur Apresiasi Langkah Parpol Lakukan Vaksinasi

"Dalam rangka mendukung program yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Saya harap para anggota APDESI dapat mendapatkan inovasi terkait strategi pencegahan Covid-19 gelombang 3 begitu pula dengan pemulihan perekonomian di daerahnya masing-masing, dan juga kami berharap ada inovasi untuk bisa mensukseskan gencaran vaksinasi," jelasnya.

Dikatakan Ria Norsan, vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi atau penularan Covid-19 dan menurunkan angka kesakitan, serta kematian akibat Covid-19.

"Upaya Pemerintah menggencarkan program vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat adalah untuk menyegerakan terciptanya kekebalan komunal (herd Imunity), mengurangi tingkat keparahan terhadap infeksi Covid-19 dan bahkan diharapkan bisa melindungi masyarakat dari keterjangkitan Covid-19, sehingga tetap produktif secara sosial dan ekonomi," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan Wagub, terkait pandemi Covid-19, telah memberi tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dan berdampak terhadap sistem kesehatan Indonesia yang terlihat dari penurunan kinerja di beberapa program kesehatan.

Hal ini disebabkan prioritas penanggulangan pandemi Covid-19 dan kekhawatiran masyarakat serta petugas terhadap penularan Covid-19.

"Sampai dengan 31 Oktober 2021, jumlah kasus Covid-19 di Kalimantan Barat tercatat 41.128 kasus konfirmasi, 39.982 kasus sembuh (97,04 persen), Kasus aktif 91 orang (0,35 persen), dan 1.055 orang meninggal (2,59 persen)," katanya.

"Di Kabupaten Mempawah per tanggal 31 Oktober 2021, tercatat sejumlah 2.576 kasus konfirmasi kumulatif atau sekitar 6,3 persen dengan 1 kasus aktif," jelasnya lagi.

Kemudian kata Norsan, hal yang patut diwaspadai saat ini ialah terkait gelombang ketiga dari sebaran Covid-19.

"Untuk Itu perlu dilaksanakan beberapa strategi untuk mengantisipasi persebaran Covid-19 gelombang 3 dan peningkatan perekonomian," tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Mempawah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved