PETI di Desa Beringin Jaya Sudah Puluhan Tahun, Kades Usulan WPR ke Pemerintah

Jadi yang pertama mengunakan eksavator masuk desa Beringin adalah Badong dan Ikbaludin mulai dari merental sampai bisa beli sendiri alat berat

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kepala Desa Beringin Jaya Kecamatan Bunut Hulu, Herman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Kepala Desa Beringin Jaya Kecamatan Bunut Hulu, Herman dan sejumlah masyarakatnya setempat, sudah sangat merasa geram atas tuduhan dari Badong seorang pemilik alat berat pekerjaan PETI, yang sedang mengikuti proses hukum di Pengadilan Negeri Putussibau.

Tuduhan tersebut adalah, kalau pihak desa mengizinkan dan membiarkan masyarakat untuk bekerja PETI, di Desa Beringin Jaya Kecamatan Bunut Hulu.

"Jadi Badong itu telah bersetmen di beberapa media, kalau kami telah membiarkan dan mengizinkan masyarakat untuk kerja PETI, itu adalah tidak benar," ujarnya, Senin 1 November 2021.

Herman menjelaskan bahwa, sejak dirinya menjabat sebagai kepala Desa Beringin Jaya tahun 2018, kalau pertambangan emas tersebut sudah ada sekitar puluhan tahun.

Bupati Kapuas Hulu Resmikan Tempat Ziarah dan Wisata Gua Maria Desa Emperiang Seberuang

"Pekerjaan PETI di Desa Beringin Jaya adalah kemauan masyarakat sendiri, jika ingin lebih jelas lagi bisa langsung ditanyakan ke masyarakat," tegasnya.

Malah kaya Kades, pihaknya terus berusaha bagaimana pekerjaan PETI di wilayah Desa Beringin Jaya bisa legal, dengan mengajukan usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) pada tahun 2019 yang sampai sekarang masih dalam proses.

"Bappeda sudah kami undang kedesa untuk melakukan sosialisasi dan peninjauan lokasi secara langsung. bahkan dari Fakultas Untan pun sudah datang untuk melakukan pengkajian," ungkapnya.

Seorang tokoh masyarakat Desa Beringin Jaya, Remadi juga merasa geram dengan tuduhan tersebut. "Jadi apa yang dikatakan oleh Badong di media sangat-sangat tidak benar (bohong)," ujarnya.

Dijelaskannya juga bahwa, PETI di Desa Beringin Jaya bukan rahasia umum lagi, sudah sejak lama puluhan tahun dari kerja nenek moyang manual sampai mengunakan mesin.

"Jadi yang pertama mengunakan eksavator masuk desa Beringin adalah Badong dan Ikbaludin mulai dari merental sampai bisa beli sendiri alat berat," ucapnya.

Tegas Remadi kalau dirinya sudah muak mendengar dan membaca kebohongan stetmen Badong di sejumlah media. "Perlu publik dan penegak hukum tahu, bahwa apa yang disampaikan Badong adalah memfitnah aparat desa dan masyarakat Beringin Jaya itu sendiri," ujarnya.

Dijelaskannya, selama ini kepala desa beringin jaya tidak pernah mengizinkan masyarakat berkerja PETI di desa Beringin, karena yang bisa membuat ijin itu adalah pemerintah yang memiliki kewenangan.

"Berkerja PETI adalah kemauan masyarakat sendiri tanpa izin dari siapa - siapa yang mengizinkan. Jadi apa yang disampaikan Badong adalah bohong," ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved