Sejumlah Warga Ngungsi di Tenda Karena Banjir Sintang Belum Surut, Pemprov Kalbar Bantu 15 Ton Beras

Ada 61 KK terdampak banjir. Alhamdulillah perlahan mulai surut. Tapi rumah masih terendam

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji melepas secara simbolis Truk Kebaikan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis 28 Oktober 2021. Truk yang berisikan bantuan dari donatur yang akan disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Sintang. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Menurut Siti, saat ini masyarakat terdampak banjir membutuhkan makanan siap saji. Dia melihat, dapur rumah warga sudah lumpuh. "Kita dapati dapur rumah warga sudah lumpuh. Kalau kita bantu bahan mentah, mereka sulit untuk mengolahnya, berarti yang dibutuhkan makanan siap saji.

Oleh sebab itu, kami proaktif mendirikan dapur umum di kecamatan, ada pula dibantu dapur umum Kodim Sintang. Tentu Kami tidak akan mampu mencukupi kebutuhan makanan, tetapi prinsip kami, jangan sampai ada yang tidak merasakan sebungkus nasipun. Kemudian beras nanti kami minta bantuan dari Pemkab untuk segera merealisasikan, karena masih diproses di bulog dan dinsos. Untuk penyalurannya, kami tunggu, kalau bisa, ya, sesegera mungkin," harapnya.

3 Hari Mengungsi
Satu di antara korban banjir, Jumiati, sudah tiga malam tak tidur di rumah. Warga Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Kecamatan Sintang, ini terpaksa mengungsi sementara di tenda darurat yang didirikan oleh Damkar Sintang di Taman Asoka.

Jumiati tak sendiri. Dia membawa serta keluarga besarnya terdiri atas anak, calon menantu, hingga cucunya yang baru berusia 23 hari. Rumah Jumiati, terpaksa ditinggalkan, lantaran terendam banjir sejak beberapa hari terakhir."Sudah 3 hari ini. Di rumah masih ada air. Sekarang di dalam rumah airnya di bawah lutut," kata Jumi, Kamis.

Ada 15 jiwa atau 3 kepala keluarga, terdiri dari orangtua, anak-anak hingga balita yang mengungsi di Posko Taman Asoka. Posko ini, didirikan oleh Damkar Sintang, pada Senin 25 Oktober 2021 siang.

"Di sini semuanya 15 orang, 3 KK, balita 23 hari. Ngungsi amankan cucu, anak pun banyak. Ada warga di sekitar yang bekum ngungsi, mereka ada lanting. Rumah terendam, barang-barang, sih, udah diamankan, udah dibuat panggung," kata Jumi.

Jumi lebih memilih mengungsi untuk keselamatan anak dan cucunya, daripada bertahan di rumah yang terendam banjir. Selama di tenda pengungsian, seluruh kebutuhannya tercukupi. Makan sehari 3 kali. Fasilitas layak, hingga ada pemeriksaan kesehatan.

"Ada yang cek kesehatan, alhamdulillah yang sakit kemarin dikasih obat, semuanya sehat. Saya kemarin sakit, dengan cucu juga. Banyak kemarin berobat semua. Keluhannya, ya, mungkin kecapekan lah kan, sekarang alhamdulillah. Makan tercukupi, alhamdulillah kalau untuk makan ndak kurang, lah. Sehari 3 kali, kadang mereka antar makanan pagi siang dan malam," ungkap Jumi.

Ada yang masih mengganjal di pikiran Jumiati. Bukan soal kekurangan di tenda pengungsian, tapi soal rencana anak lelakinya yang akan menikah pada 8 November 2021 mendatang. "Undangan sudah disebar. Tapi sekarang kebanjiran. Mudah-mudahan lekas surut," doanya.

Sejak banjir melanda Sintang, Dinas Kesehatan menyiagakan tim medis untuk mengecek kesehatan masyarakat, baik yang mengungsi maupun yang bertahan di rumah. "Setiap hari ada 1 tim medis yang beranggotakan 5 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh.

Tak ada data pasti soal berapa jumlah warga Kecamatan Sintang, yang mengungsi. Padahal, ada 26 desa dan kelurahan di Kecamatan Sintang, yang terdampak banjir, atau sekitar 6.000 lebih KK.

"Data yang mengunggsi kami sedikit sulit, karena warga disuruh mengungsi, mereka lebih senang mengungsi ke tempat keluarganya, jadi tidak terdata. Ada warga buat panggung di rumah," kata Camat Sintang, Siti Musrikah.

Pemkab Sintang sudah menyiapkan sejumlah tempat pengungsian yang berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk dengan organisasi masyarakat. Tercatat, lokasi yang bisa dijadikan tempat pengungsian seperti komplek Masjid Abu Bakar, SD Negeri 7, SMP Negeri 2, dan SMA Negeri 2, ada pula di asrama haji.

Pusat posko pengungsian dan dapur umum Dinsos dan BPBD Sintang, di taman asoka. Di sana, ada pula mobil dapur umum bantuan dari Pemprov Kalbar, yang sejak 2 hari terakhir menyuplai makanan siap saji pada warga. Dapur umum juga ada di Masjid Abu Bakar, yang dikelola langsung oleh pengurus masjid. Kodim Sintang, juga demikian, ada pula di kelurahan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved