Breaking News:

Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Matang Danau Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Pelaku pembunuhan ibu kandung BN (42) menjalani pemeriksaan kejiwaan selama 14 hari di RS Jiwa, oleh tim dokter.

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Siko Sesaria Putra Suma, saat ditemui di Mapolres Sambas 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kapolres Sambas AKBP Laba Meliala, melalui Kasatreskrim Polres Sambas AKP Siko Sesaria Putra Suma mengatakan pelaku pembunuhan ibu kandung dan seorang warga pengantar pupuk, di Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, saat ini sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan, di Rumah Sakit Jiwa Singkawang, Kamis 28 Oktober 2021.

Diungkapkan dia, pelaku pembunuhan ibu kandung BN (42) menjalani pemeriksaan kejiwaan selama 14 hari di RS Jiwa, oleh tim dokter.

"Terhitung sejak kemarin kita ajukan observasi di RS Jiwa Singkawang dan yang bersangkutan tetap berada di RS Jiwa tersebut selama 14 hari untuk di observasi oleh tim dokter," katanya, Kamis 28 Oktober 2021, kepada Tribun.

DPRD Minta Pemprov Bantu Pemda Siapkan Ruang Isolasi Bagi PMI Non Sambas

Untuk itu kata dia, mereka akan menunggu 14 hari kedepan terkait dengan hasil observasi yang dilakukan oleh tim dokter RS Jiwa Singkawang.

"Dengan demikian hasilnya akan keluar secara tertulis 14 hri kemudian," ungkapnya.

Namun demikian kata dia, saat ini proses penyidikan masih terus berjalan. Sambil  mereka menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan.

"Saat ini proses sidik tetap berjalan. Dan kalau hasil keluar (ODGJ/tidak) berkas perkara tetap kita limpahkan ke JPU (Tahap I)," ujarnya.

"Apabila menurut dokter pelaku tersebut ODGJ dan masih butuh penanganan medis, maka setelah 14 hari observasi yang kita ajukan, yang bersangkutan bisa tetap di rawat di RS Jiwa atas permintaan keluarga sambil menunggu putusan pengadilan," ujarnya.

Namun demikian, Ia menegaskan, meski BN (42) dinyatakan sebagai ODGJ berkas perkara akan tetap dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Saat ini proses sidik tetap berjalan. Dan kalau hasil keluar (ODGJ/tidak) berkas perkara tetap kita limpahkan ke JPU (Tahap I)," tuturnya.

Selanjutnya kata dia, mereka akan merujuk pada pasal 44 Ayat 2 jika nanti hasil pemeriksaan kejiwaan menunjukkan bahwa BN adalah ODGJ.

"Untuk selanjutnya berdasarkan pasal 44  ayat 2, jika nyata perbuatan itu tidak dapat dipertanggung jawabkan kepadanya sebab kurang akalnya atau sakit berubah akal, maka dapatlah hakim memerintahkan memasukkan dia ke RS Jiwa selama-lamanya 1 tahun untuk diperiksa," tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved