Breaking News:

20 Ribu KK Terdampak Banjir di Kabupaten Sintang, Plh Bupati Imbau Masyarakat Segera Mengungsi

Bencana alam banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Data sementara Pemda Sintang, banjir menyebabkan lebih dari 20

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ruas jalan dara juanti, Kecamatan Sintang, lumpuh akibat terendam banjir. Bencana alam banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Data sementara Pemda Sintang, banjir menyebabkan lebih dari 20 ribu kepala keluarga terdampak di 12 kecamatan. Jumlah ini, diperkirakan masih akan bertambah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Bencana alam banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Data sementara Pemda Sintang, banjir menyebabkan lebih dari 20 ribu kepala keluarga terdampak di 12 kecamatan. Jumlah ini, diperkirakan masih akan bertambah.

"Saat ini Kabupaten Sintang sedan dilanda bencana banjir yang luar biasa. Dari 14 kecamatan di kabupaten sintang, 12 kecamatan sudah terendam banjir. 20 ribu kk, terdampak. Kami sedang mendata dan (diperkirakan) semakin bertambah karena potensi air naik semakin kuat, karena ada hujan di perhuluan sungai seperti di kapuas hulu," kata Plh Bupati Sintang, Yosepha Hasnah, Senin 25 Oktober 2021.

Pemkab Sintang sudah melakukan rapat koordinasi tanggap bencana banjir bersama sejumlah OPD dan stakeholder terkait.

Ruas Jalan Menuju Kantor Bupati Sintang Terendam Banjir

"Ada beberapa akan segera kami lakukan, pertama kami akan mendata, masyarakat yang terdampak banjir dan harus segera diungsikan," jelasnya.

Yosepha menyebut, pemerintah akan menyiapkan titik pengungsian sementara, seperti gedung SD, SMP, masjid hingga fasilitas umum.

"Tempat pengungsian sudah kita siapkan, ada di SD, SMP lokais masjid dan beberapa fasum kita siapkan. Kemudian juga, kami segera membentuk posko tanggap darurat di dinas sosial dan BPBD. Kemudian per hari ini juga akan segera menyalurkan bantuan beras kepada warga yang terdamapak banjir," jelas Yosepha.

Pemda juga memutuskan untuk meliburkan kembali pembelajaran tatap muka di kelas dan kembali belajar online, menyikapi sejumlah sekolah terendam banjir dan akses jalan lumpuh.

"Untuk sekolah per hari ini diliburkan kembali, melalui sistem daring lagi. Dinas kesehatan juga menyiapkan posko untuk layanan kesehatan masyarakat. Intinya pemda sintang siap menangani masyarakat terdampak banjir," kata Yosepha.

Berdasarkan perkiraan BMKG, kata Yosepha banjir akan bertahan dalam sepekan kedepan, meningat potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi di Kabupaten Sintang.

Untuk itu, Yosepha meminta agar masyarakat segera mengevakuasi dan mengungsi ke sejumlah titik yang disiapkan oleh pemerintah.

"Masyarakat segera mengungsi ke tempat yang sudah disiapkan. Pada masyarakat akan ada banjir kendaraan segera diungsikan ke tempat lebih tinggi. Kami juga siapkan tempat parkir yang lebih tinggi, jangan menunggu banjir yang lebih tinggi baru ngungsi. Anak,anak supaya tidak bermain di bantara sungai, karena rawan aliran listik. Kami juga sudah mengimbau pada PLN agar memtuskan aliran listrik di tempat umum," tegasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved