Pekerja Migran Indonesia Tambah Daftar Positif Covid-19 Kalbar, DPRD Minta Perketat Pintu Masuk PLBN

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat, H Mad Nawir mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten

Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat, H Mad Nawir. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kalimantan Barat masih berada pada status waspada. Ada yang berada pada level 3 dan ada juga yang berada pada level 2.

Selain itu, berdasarkan informasi terakhir beberapa Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Wilayah Perbatasan turut manambah daftar positif Covid-19.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat, H Mad Nawir mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten bahwa wabah Covid-19 masih belum berakhir.

"Kami tentunya mengingatkan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten bahwa wabah covid-19 masih belom berakhir," ujar Mad Nawir. Minggu 24 Oktober 2021

Menambah Daftar Positif Covid-19, Tujuh PMI dari Malaysia Diisolasi ke Asrama Brimob Aruk Sambas

Mad Nawir menyebutkan bahwa penyebaran dan penularannya virus Covid-19 harus di waspadai. "Lebih lebih di daerah yang menjadi pintu masuk warga asing atau warga kita yang bekerja di luar negeri," imbuhnya.

Untuk itu, Mad Nawir meminta Pemerintah memperketat pintu masuk di beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

"Seperti di pos perbatasan, harus diperketan keluar masuk baik warna negara indonesia ataupun warga negara asing tetap mengikuti protokol dengan syarat pcr sebagai syarat untuk masuk kalbar," jelasnya

Kemudian, Mad Nawir juga menekankan untuk waspada pada jalur-jalur tikus yang mungkin bisa menjadi alternatif warga keluar masuk Negara Malaysia.

"Tak kalah pentingnya jalur-jalur tikus yg kurang terpantau petugas, bukan tidak mungkin jalur ini sudah banyak dimasuki orang yang sudah terpapar Covid-19," paparnya.

Kendati demikian, Mad Nawir menilai kerja keras pemerintah sudah baik dalam mengangani penyebaran Covid-19.

Namun, Ia mengingatkan pemerintah untuk tidak lengah, dan jangan sampai kalbar kembali berada pada zona merah.

"Kerja keras pemerintah baik provinsi dan kabupaten, selama ini sdh baik. Tapi Jangann sampai daerah kita menjadi zona merah lagi. Hanya karenan kita lalai menjaga daerah perbatasan, khususnya jalur-jalur lain yang digunakan warga keluar masuk Malaysia," tegasnya.

Menhub Minta Disediakan Alat PCR di PLBN Aruk Kabupaten Sambas

Terkait penutupan pintu masuk PLBN,  Mad Nawir mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja dilakukan tergantung situasi dilapangan.

"Ini sangat tergantung situasi dilapangan, jika memang mengkhawatirkan saya setuju dilakukan penutupan. Tapi untuk saat ini cukup diperketat saja terutama di jalur-jalur tikus," ucap Mad Nawir.

Selain itu, Mad Nawir turut menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

"Dan jangan lupa melakukan vaksinasi bagi yg belum di Vaksin, serta jangan percaya berita-berita atau kabar hoax terkait vaksin," tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved