Breaking News:

250 Tahun Kota Pontianak

Lestarikan Lingkungan di Lingkungan Perkotaan, 250 Pohon di Tanam Saat HUT ke-250 Kota Pontianak

Kepala BWS kalimantan I Pontianak Pramono mengatakan, setelah menggelar aksi penanaman 250 pohon, untuk kedepannya tidak akan fokus terhadap satu titi

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
foto saat penanaman pohon di pinggir paret sungai jawi Pontianak Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, PONTIANAK - 
Serba-serbi kemeriahan peringatan Hari jadi ke-250 Kota Pontianak terus berjalan, tidak hanya acara-acara seremonial saja yang digelar, namun juga berbagai kegiatan lainnya pun digelar seperti penanaman pohon sebanyak 250 pohon di tanam di Kota Pontianak.

Penanaman pohon ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan Kota Pontianak tetap bersih, nyaman dan indah. Penanaman 250 pohon tersebut  diselenggarakan oleh pihak BWS Kalimantan 1 Pontianak bekerjasama dengan komunitas pencinta Paret dan sungai serta lingkungan.  Selain penanaman pohon juga dilakukan bersih-bersih paret di Sungai jawi Pontianak. 

Kepala BWS kalimantan I Pontianak Pramono mengatakan, setelah menggelar aksi penanaman 250 pohon, untuk kedepannya tidak akan fokus terhadap satu titik saja.

Namun kata dia, banyak sekali objek-objek yang akan dijadikan tempat wisata yang bisa disebar di berbagai lokasi yang ada di Kota Pontinak. 

Syamhudi Nilai Perlu Edukasi dan MoU Bersama dalam Pengelolaan Parit dan Sungai di Pontianak

"Salah satu tujuannya supaya semuanya merasakan hijaunya pohon dan agar masyarakat lebih teduh, " katanya, Minggu 24 Oktober 2021. 

Ia juga menambahkan, bahwa BWS Kalimantan 1 Pontianak tentunya tidak bisa bekerja sendiri, untuk itu masyarakat juga harus memberi contoh supaya tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga agar parit tetap bersih.  

Menurutnya, patut disadari, di usia 250 tahun Kota Pontianak ini, bukan lagi umur yang muda. 

"Maka kita harus berpikir, bagaimana cara masyarakat untuk mensejahterakan diri, salah satunya dengan menjaga kebersihan parit yang ada di Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak, " ungkapnya. 

Pramono mengatakan, sebelum meranjak ke usia 250 Tahun, parit memang bukan hanya dijadikan sebagai tempat mandi sehari-hari, namun parit juga menjadi salah satu ciri khas kota Pontianak. 

"Oleh karena itu, penting untuk masyarakat Pontianak khususnya menjaga kebersihan salah satunya dengan jangan membuang sampah sembarang apalagi membuang limbah, " tuturnya. 

Kepala Bappeda Provinsi Kalbar Sukaliman mengatakan, ada beberapa poin yang harus dipikirkan, pertama bagaimana harus mengkonservasi atau mengembalikan fungsi-fungsi paret agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya sebagai penampung dan pemberi manfaat kepada masyarakat Kalimantan Barat. 

Puncak Hari Jadi Ke-250 Kota Pontianak, Diharapkan Sejajar Dengan Kota-kota Besar di Indonesia

Kedua, dengan menggelar kegiatan penanaman pohon, masyarakat harus tetap memanfaatkan dan mendayagunakan parit selaku masyarakat pesisir. 

Ketiga, masyarakat harus mengendalikan pembangunan masyarakat terkait pihak-pihak yang melakukan pengrusakan terhadap parit yang ada di beberapa parit. 

"Kegiatan positif yang telah berlangsung seperti penanam pohon ini, patut untuk dicontoh dan di apresiasi sebagai bentuk kesadaran diri masyarakat untuk tetap menjaga parit dan ekosistem air yang ada di parit-parit, " jelasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved