Breaking News:

PCR Jadi Syarat Penerbangan, Anggota Komisi IX DPR RI Alifudin: Sudah Berulang Kali Diingatkan

"Padahal sudah berulangkali Alifudin mengingatkan Pemerintah agar kaji ulang kebijakan syarat PCR untuk penerbangan, karena terlalu mahal dan tidak se

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin saat bertemu Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono baru baru ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Komisi IX DPR RI, Alifudin, menganggap pemerintah tidak adil dalam membuat kebijakan wajib PCR untuk syarat penerbangan, hal itu ditanggapi atas Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021

Inmendagri tersebut membahas tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1 di Wilayah Jawa dan Bali. Syarat penerbangan domestik tidak lagi mengizinkan penggunaan tes rapid antigen. Pelaku perjalanan penerbangan hanya diperbolehkan menggunakan tes RT-PCR.

"Padahal sudah berulangkali Alifudin mengingatkan Pemerintah agar kaji ulang kebijakan syarat PCR untuk penerbangan, karena terlalu mahal dan tidak semua moda transportasi diberlakukan sama,"kata Alifudin dalam rilis yang diterima Tribun Pontianak, Sabtu 23 Oktober 2021.

Apalagi, kata Alifudin masa berlaku Swab PCR hanya 2x24 jam, karenanya benar benar harus dikaji ulang terkait polemik ini.

HUT ke-250 Kota Pontianak, Lurah Akcaya Berikan Paket Nasi

"Bukan karena dia orang kaya bisa naik pesawat, dan juga bukan orang miskin dia naik transportasi darat, kaya KRL, Bus dan lainnya, tapi karena kebutuhan masyarakat dalam melakukan perjalanannya," tambah Alifudin

Alifudin juga mengungkapkan bahwa contoh masyarakat bertujuan melakukan perjalanan karena orang tua yang menjenguk anaknya di pondok pesantren tapi karena waktu terbatas dan harus cepat maka pulangnya harus naik pesawat supaya cepat.

"Jadi, konkritnya pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri yang terhormat, kaji ulang terkait ini dengan para ahli, jika opsi dari kami yaitu harga PCR disamakan dengan harga Antigen," tutur Alifudin. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved