Breaking News:

250 Tahun Pontianak

HUT Ke 250 Kota Pontianak, Midji Harap Terus Ada Terobosan di Sektor Ekonomi dan Kesehatan 

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan menyambut hari jadi Kota Pontianak yang ke-250 tahun, dalam hal ini Pemerintah Kota Pontianak harus k

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Foto bersama Gubernur Sutarmidji dengan para karyawan Hotel Mahkota Pontianak yang menggunakan Baju Adat Melayu bertepatan menuju HUT Ke-250 Kota Pontianak, Jumat 22 Oktober 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak memasuki Hari jadi yang ke-250 tahun yang jatuh pada tanggal 23 Oktober 2021. 

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan menyambut hari jadi Kota Pontianak yang ke-250 tahun, dalam hal ini Pemerintah Kota Pontianak harus konsisten dengan RPJMD yang sudah disusun. 

“Kemudian lakukanlah terobosan-terobosan untuk percepatan utamanya disektor perekonomian yang saat ini dibutuhkan, serta dibidang kesehatan,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat 22 Oktober 2021.

250 Kota Pontianak, Garuda Wiko : Kemajuan Sudah Dirasakan Masyarakat Siap Kolaborasi Tingkatkan SDM

Sedangkan untuk dibidang pendidikan Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan sudah cukup bagus. 

“Kala untuk dibidang pendidikan saya rasa sudah cukup bagus, tetapi harus ada terobosan disisi perekonomian agar ada peredaran uang yang semakin besar sehingga pendapatan asli daerah (PAD) bisa terdongkrak,”harapnya. 

Sedangkan untuk hal lainnya yang harus menjadi perhatian ketika turun hujan sering terjadi genangan air dibeberapa titik jalan di Kota Pontianak.  

“Kalau untuk genangan air juga harus dicari sumber masalahnya. Dari penampang beberapa jembatan seperti di Parit Tokaya dan Gajahmada harus diperhatikan,” tegasnya.

Kemudian dapat melakukan pengerukan alur juga menjadi hal yang penting lainnya. Jika perlu Pemerintah Kota Pontianak menyurati ke pemerintah pusat.

“Kita juga Pemerintah Provinsi Kalbar akan membantu menyurati Pemerintah Pusat untuk meminta sungai Kapuas di keruk. Karena sedimentasinya sudah semakin tinggi sehingga daya tampung air semakin kecil,”ungkapnya.

Dikatakannya akibatnya air tetap didaratan dan ini yang mungkin tidak terpikirkan selama ini.

Sedangkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Sutarmidji meminta Walikota Pontianak tetap harus berhati-hati walaupun saat ini sudah berada pada PPKM level dua. 

“Kemarin yang dirawat di rumah sakit Kota Pontianak ada empat orang. Tiga orang diantaranya merupakan warga Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved