Breaking News:

Tim Ditjen Gakkum KLHK Amankan Dua Orang Penjualan Belasan Kilogram Sisik Trenggiling di Sekadau

Kedua orang yang diamankan ialah SK (38) dan BW (33) yang ditangkap ketika berada di Jalan Raya Sekadau-Nanga Mahap, Desa Nanga Taman, Kecamatan Nanga

Penulis: Ferryanto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Konferensi Pers penangkapan penjualan Trenggiling di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat dengan barang bukti 14,6 kg sisik trenggiling di Markas SPORC Jalan Mayor Alianyang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis 21 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tim Ditjen Gakkum KLHK Pencegahan berhasil menangkap dua orang warga Kabupaten Sekadau yang memperjualbelikan Sisik Trenggiling.

Kedua orang yang diamankan ialah SK (38) dan BW (33) yang ditangkap ketika berada di Jalan Raya Sekadau-Nanga Mahap, Desa Nanga Taman, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, 18 Oktober 2021.

Dalam konferensi Pers di Markas Komando SPORC Jalan Mayor Alianyang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis 21 Oktober 2021, Kasi Gakkum LhK Wilayah III Pontianak Julian menyampaikan bahwa penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat bahwa di Kabupaten Sekadau kerab terjadi transaksi jual beli sisik hewan dilindungi yakni Trenggiling.

Dari informasi tersebut, kemudian pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan.

Kasus Konfirmasi Sambas Meningkat, Harisson Akui Kalbar Kewalahan Jaga Pelintas Batas Jalur Tikus  

"Setelah tim menelusuri memang ada perdagangan di daerah Nanga Taman, disitu ada transaksi penjualan sisik trenggiling,"ujarnya.

Kemudian pihaknya merencanakan operasi bersama tim gabungan dari Direktorat Pencegahan dan Pengamatan Hutan Jakarta, dan Tim dari Seksi Wilayah 3 dan Polda Kalbar.

Pada tanggal 18 Oktober 2021 sekira pukul 10.45 WIB tim gabungan berhasil mengamankan 2 tersangka tersebut.

"Saat kejadian di lokasi kedua pelaku ini membawa sisik trenggiling yang awalnya informasi dari mereka 14 kg, dan saat kita timbang ada 14,6 kg, "tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku sisik tersebut akan dijual di daerah Kabupaten Sekadau.

"Namun kami masih melakukan pengembangan karena memang ada beberapa nama yang muncul dan akan kita kembangkan, masih kita kembangkan jaringan penjualan sisik Trenggiling ini,"ungkapnya.

"Kami sudah beberapa kali melakukan kegiatan intelegent terkait penjualan sisik trenggiling di daerah Sekadau, Nanga Pinoh memang Cukup banyak, lalu ada juga di daerah Ketapang, Sintang, namun memang peredaran sekarang para oknum ini sangat hati - hari,"imbuhnya.

Julian mengungkapkan bahwa harga sisik trenggiling dipasaran lokal berkisar 300 sampai 400 ribu perkilo, namun bila diluar harganya dapat menyentuh hingga 2 juta rupiah perkilo.

Dinilainya, Harga yang tinggi itulah yang membuat masih ada oknum warga yang tidak bertanggung jawab memperjualbelikan sisik Trenggiling hewan yang saat ini sudah mulai langka itu. Saat ini kedua tersangka dan brang bikti sudah diamankan di Polda Kalbar guna proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan dua alat bukti, penyidik Ditjen Gakkum KLHK, akan menjerat SK dan BW dengan Pasal 40 Ayat 2 Jo. Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved