Breaking News:

Sejak Agustus Babi Milik Warga Kapuas Hulu Terpapar Virus ASF

"Jadi virus ASF yang menyerang babi ini tidak menular kepada manusia. Hanya menular sesama hewan ternak, terutama babi," ucapnya.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
Sejak Agustus Babi Milik Warga Kapuas Hulu Terpapar Virus ASF
ISTIMEWA
Babi menjadi sumber utama penyakit Flu Babi atau yang lebih sering dikenal dengan Swine Flu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Abdurasyid membenarkan sejak bulan Agustus 2021, ada ratusan babi yang dipelihara warga di Kapuas Hulu mati mendadak.

"Setelah dilakukan uji laboratorium hasilnya yaitu menunjukan bahwa babi yang mati tersebut terserang
African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika," ujarnya kepada Tribun, Kamis 21 Oktober 2021.

Dijelaskannya, sedangkan ciri-ciri babi terpapar virus demam babi Afrika yaitu, babi itu tiba-tiba lesu, tak mau makan, kulitnya memerah, dan hingga akhirnya mati mendadak.

"Jadi virus ASF yang menyerang babi ini tidak menular kepada manusia. Hanya menular sesama hewan ternak, terutama babi," ucapnya.

Yessy Melania Prihatin Virus Flu Babi Afrika Muncul di Kalbar

Atas kejadian ini, kata Rasyid, pihaknya sudah melakukan investigasi dan vaksinasi terhadap hewan ternak tersebut dan pengambilan sampel terhadap hewan ternak yang ada.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan TNBK, Karantina dan lainnya,” ujarnya.

Dihimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, jika ada dugaan terkena penyakit demam babi Afrika dan ditemukan babi sakit atau mati, diharapkan segera melapor kepada pihaknya atau Penyuluh Pertanian Lapangan setempat 1 X 24 jam.

"Hewan ternak yang mati, segera dikubur. Dilarang buang ke sungai atau hutan Ini semua mencegah lebih luas penyakit demam babi Afrika,” ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved