Kesbangpol Sanggau Gelar Sosialisasi Sistem Deteksi Dini dan Cegah Dini Terhadap Konflik

"Potensi konflik seperti ini mestinya dideteksi sejak dini agar tidak menjadi persoalan baru dikemudian hari,"tambahnya.

Tayang:
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Hendri Chornelius
Suasana kegiatan sosialisasi penanganan konflik sosial, sistem deteksi dini dan cegah dini terhadap konflik sosial di masyarakat tahun 2021. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati Sanggau, Kamis 21 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Staf Ahli Bupati Sanggau, Rizma Aminin membuka kegiatan sosialisasi penanganan konflik sosial, sistem deteksi dini dan cegah dini terhadap konflik sosial di masyarakat tahun 2021. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Bupati Sanggau, Kamis 21 Oktober 2021.

Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sanggau itu dihadiri seluruh jajaran Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Sanggau. dan dari Kesbangpol menghadirkan Ketua Presidium Hoax Crisis Center Kalimantan Barat, Edho Sinaga.

Dalam sambutan Bupati Sanggau yang disampaikan Staf Ahli Bupati, Rizma Aminin menyampaikan bahwa melalui sosialisasi ini para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan, pemahaman dan pedoman dalam melaksanakan tugas dilapangan terkait penanganan konflik sosial. Sehingga tidak terjadi keraguan dan kegamangan dalam bertindak.

Dikatakannya, Cara penanganan konflik yaitu dengan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tentram, damai dan sejahtera, memelihara kondisi damai dan harmonis, dalam hubungan sosial kemasyarakatan, meningkatkan tenggangrasa, dan toleransi dalam kehidupan masyarakat dan bernegara.

Sarimin Sitepu Sebut 28,72 Persen Orang di Kabupaten Sanggau Sudah Divaksin Dosis Pertama

"Termasuk memelihara keberlangsungan fungsi Pemerintah, melindungi jiwa, harta, benda serta sarana dan prasarana umum. Konflik bisa terjadi setiap saat dan dimana saja, Konflik juga terjadi dalam berbagai tingkatan baik skala kecil maupun skala besar. Yang jelas konflik itu terjadi akibat ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan,"katanya.

Lanjutnya, Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik, diantaranya bidang politik, bidang ekonomi, bidang keyakinan, dan konflik dibidang sumber daya alam.

"Konflik dibidang politik misalnya, terjadi karena adanya perbedaan pandangan politik. Ekonomi misalnya, karena tidak meratanya distribusi barang kebutuhan. Kemudian, konflik dibidang keyakinan, dikarenakan persoalan agama yang terus menerus dipersoalkan dan terakhir konflik dibidang Sumber Daya Alam dikarenakan adanya Sumber Daya Alam yang dimiliki setiap daerah,"tuturnya.

"Potensi konflik seperti ini mestinya dideteksi sejak dini agar tidak menjadi persoalan baru dikemudian hari,"tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sanggau, Antonius menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah untuk mengetahui dan memahami berbagai hal penyebab konflik, Berikut potensi-potensi nya agar dapat diambil Langkah-langkah persuasif.

"Dengan demikian dapat tercipta suatu kondisi yang tertib dan aman, Jadi maksud acara ini agar semua peserta yang hadir memperoleh wawasan dan informasi terkait hal-hal yang dapat menyebabkan konflik terutama dari media sosial,"ujarnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sanggau)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved