Karnaval Air di Kota Pontianak Direncanakan Menjadi Agenda Wisata Besar Setiap Tahun

Kita melaksanakan ziarah melalui sungai karena kita ingin mengenalkan dari sisi budaya kepada masyarakat dimana awal mula berdirinya Kota Pontianak

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Rokib
Ziarah Qubro (Napak Tilas Perjalanan Sultan Pontianak 1 Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie) yang dikemas Dalam dengan acara Karnaval Air dari Kesultanan Kadariah menuju Makam Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadri Batu Layang, Rabu 20 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana akan mengemas karnaval air menjadi agenda wisata yang lebih besar.

Sebagaimana hal tersebut disampaikan oleh Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat ziarah Qubro yang dirangkai dengan acara karnaval air menaiki kapal dari dermaga Kesultanan Kadariah Pontianak Kecamatan Pontianak Timur menuju ke makam Sultan Syarif Abdurrahman Al-Qadri Batu Layang Pontianak Utara sebagai pendiri Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam hal ini Pemkot Pontianak berkolaborasi dengan Kesultanan Kadariah Pontianak.

Tampak beriringan sekitar delapan kapal beserta belasan sampan dengan berbagai hiasan berkarnaval menyusuri Sungai Kapuas yang tentunya menjadi pemandangan yang menarik bagi siapapun yang melihatnya. Kapal dan sampan tersebut ditumpangi oleh para peserta karnaval berpakaian khas Melayu Pontianak, yakni telok belanga bagi laki-laki dan baju kurung dikenakan perempuan.

BERITA FOTO - Karnaval Air Menuju Makam Batu Layang dalam Rangkaian Kegiatan 250 Kota Pontianak

Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa karnaval menyusuri Sungai Kapuas ini merupakan rangkaian Napak Tilas Perjalanan Sultan Pontianak I, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang digelar Istana Kadriah Kesultanan Pontianak dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota, Rabu 20 Oktober 2021.

Kata Edi, rangkaian napak tilas ini merupakan sejarah awal berdirinya Kota Pontianak dalam rangka Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak.

Untuk itu, lanjut dia, selama ini Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun menggelar ziarah ke Makam Batu Layang setiap Hari Jadi Kota Pontianak.

"Tahun ini kita berkolaborasi dengan Kesultanan Kadriah Pontianak untuk bersama-sama melaksanakan ziarah yang dikemas dalam napak tilas sehingga tidak hanya sekadar seremonial saja, akan tetapi ada rangkaian napak tilas seperti karnaval tadi menyusuri Sungai Kapuas, Insya Allah tahun depan akan kita selenggarakan lebih besar lagi, baik peserta, anggaran maupun kreativitasnya," jelas Edi Rusdi Kamtono.

Edi menyampaikan bahwa pihaknya berencana akan menjadikan kegiatan karnaval air ini sebagai agenda tahunan wisata yang besar dengan dikemas secara matang.

"Karnaval susur sungai ini merupakan kilas balik awal berdirinya Kota Pontianak. Kita berharap napak tilas dan karnaval ini tidak hanya diikuti Kesultanan dan jajaran Pemkot Pontianak, tetapi juga mengikutsertakan tamu-tamu dari luar, " terangnya.

"Artinya bukan hanya melibatkan Kota Pontianak saja, akan tetapi bahkan bisa mengundang dari provinsi lain untuk bisa bersama-sama mengikuti karnaval dan ziarah kubur," timpal Edi.

Bahkan Edi menyampaikan harapannya agar karnaval dan napak tilas ini bisa menjadi sebuah event wisata yang memberikan dampak terhadap ekonomi bagi masyarakat.

"Kita berencana akan mulai mempersiapkan agenda ini di tahun 2022. Mudah-mudahan pandemi Covid-19 benar-benar hilang dan menjadi endemi, sehingga tahun depan bisa lebih meriah lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Sultan Pontianak IX, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie menjelaskan, ziarah makam Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie ini memang merupakan agenda rutin Kesultanan Kadriah setiap memperingati Hari Jadi Kota Pontianak.

Namun diakuinya, memang untuk tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelum-sebelumnya ziarah dilakukan melalui jalur darat, tetapi untuk tahun ini, ziarah dilaksanakan melalui jalur sungai dengan menggunakan kapal dari Istana Kadriah menuju Makam Kesultanan di Batu Layang Pontianak Utara.

"Kita melaksanakan ziarah melalui sungai karena kita ingin mengenalkan dari sisi budaya kepada masyarakat dimana awal mula berdirinya Kota Pontianak ini," jelasnya.

Terlebih, kata Sultan, Sungai Kapuas yang disusuri ini merupakan sungai terpanjang se-Indonesia. Maka Kedepan, diharapkan karnaval air ini bisa dikemas menjadi sebuah festival atau lomba sehingga menjadi destinasi wisata di Kota Pontianak.

"Kita dari Kesultanan juga sudah menjalin komunikasi dengan Pemkot Pontianak terkait program atau kegiatan untuk menyambut Hari Jadi Kota Pontianak. Memang Kesultanan Kadriah dan Pemkot Pontianak selalu bersinergi baik dari kegiatan apapun, kita selalu bersinergi," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved