Kabid Perindustrian Sebut Desa Suka Mulya Jadi Desa Pertama di Sanggau Yang Miliki SKIM

Dikatakannya, Syarat atau ketentuan SKIM yakni jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) dalam satu Desa berjumlah 10 yang sejenis atau berkaitan.

Tayang:
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Sylvester Roy. Istimewa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop dan UM) Kabupaten Sanggau, Sylvester Roy menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Sanggau telah memiliki Sentra Industri Kecil Menengah (SKIM). Dan ini merupakan SKIM yang pertama di Kabupaten Sanggau.

"Kita mengambil lokus itu di Desa Suka Mulya, Kecamatan Parindu. Karena kita ketahui disana memiliki IKM berbahan dasar pengolahan kedelai lebih dari 10 pelaku,"katanya kemarin.

Dikatakannya, Syarat atau ketentuan SKIM yakni jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) dalam satu Desa berjumlah 10 yang sejenis atau berkaitan.

"Kita menentukan program bottom up, Jadi bukan top up yang kurang data dukungnya. Sanggau sebagai daerah perbatasan dengan Malaysia, bisa menjadikan Parindu atau Kecamatan lain sebagai industri pendukung sesuai konsep Perda kita,"ujarnya.

Anggota DPRD Sanggau Robby Harap Instansi Terkait Pantau Harga Pupuk Dilapangan

Roy menjelaskan, Konsep dari SKIM adalah pembangunan infrastruktur, karena ini berbasis pada pembangunan yang berkelanjutan atau berwawasan lingkungan. Karena selama ini pemilik IKM membangun industrinya di rumah Masing-masing.

"Kita ketahui bersama bahwa tahu dan tempe itu rentan juga dengan yang namanya limbah. Makanya dengan bantuan bangunan ini tidak ke per rumah lagi, Tapi lebih ke sentra atau satu tempat. Sehingga limbahnya bisa di satu tempat saja,"ujarnya.

Lanjutnya, Dengan industri hijau yang berwawasan lingkungan bisa menciptakan visi sebagai Desa Tangguh atau Desa Mandiri. Nantinya disana sudah include semua, dari gudangnya, kantornya, pabriknya dan pusat bisnisnya.

"Kenapa ini dianggap penting, Karena harapan kita ini bisa jadi industri penunjang pasar-pasar dan Market-market yang ada di Sanggau, Kabupaten tetangga atau perusahaan. Jadi kerjanya nanti moga-moga bisa satu atap,"harapnya.

Ia menambahkan bahwa ini merupakan program Kementerian Perindustrian dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dimana tema tahun 2021 ini adalah Percepatan Ekonomi Nasional (PEN).

"Sekarang pembangunan sudah masuk dalam periode finishing, Tidak lama lagi akan selesai. dan kita dari awal sampai sekarang tidak mau intervensi yang di luar prosedur,"pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sanggau)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved