Breaking News:

Tidak ada Temuan Kluster, Pembelajaran Tatap Muka di Kota Pontianak Berjalan Lancar

Ia menegaskan, bahwa virus covid-19 ini bukan hanya di sekolah, akan tetapi kata dia, di semua pelayanan

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rokib
kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu. 

TRIBUN PONTIANAK. CO. ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan sampling terhadap kurang lebih kepada tujuh sekolah di Kota Pontianak yang melaksanakan Pembelajaran Tatap muka (PTM).

Memang diakuinya dalam sampling tersebut ada beberapa guru yang ditemukan positif covid-19 akan tetapi CT nya tinggi. Dari hasil PCR kata dia belum mengindikasikan bahwa virus tersebut aktif.

"Jadi kesimpulannya belum ada kluster. Karena kemungkinan dia adalah sisa dari virus covid yang ada sebelumnya.
Seandainya itu virus aktif dia terkennya kemungkinan bukan dari sekolah oleh karena itu, untuk yang terkonfirmasi itu kita langsung lakukan isolasi dan kita berikan surat kepada satgas di Dinas Pendidikan untuk kegiatan tatap muka tatap harus berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, " ujarnya.

Ia menegaskan, bahwa virus covid-19 ini bukan hanya di sekolah, akan tetapi kata dia, di semua pelayanan yang sifatnya adalah melaksanakan berkumpulnya orang.

Kepsek MTS N 2 Pontianak Akui PTM Berjalan dengan Lancar

Untuk itu, pesannya, diperlukan kehati-hatian dalam setiap aktivitas.

Pihaknya pun terus menggencarkan program vaksinasi COVID-19 kepada siswa.

"Vaksinasi ke sekolah terus digencarkan dsn Alhamdulillah beberapa sekolah sudah cakupan vaksinasi tinggi dan ada beberapa sekolah yang masih perlu pendekatan yaitu ada yang masih 15 persen yang divaksin karena orang tuanya belum mengizinkan, " katanya.

Dalam meningkatkan capaian vaksinasi kepada siswa atau pelajar, pihaknya terus melakukan beberapa upaya pendekatan agar orang tua siswa sadar akan pentingnya vaksinasi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

"Maka kita lakukan pendekatan kepada masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, RT/RW, karena dampaknya setelah dilakukan pertemuan dan pendekatan mereka mengundang kita untuk melakukan vaksinasi, " ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved