Breaking News:

Solidaridad Gaungkan Program Power of Voice Suarakan Sawit Berkelanjutan

Komitmen ini telah dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari (RAD-SL).

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Sr. Commonication Officer and gender Focal Point Indonesia, Suksma Ratri dan Billy M Hasby, Program Koordinator Solidaridad Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Organisasi masyarakat sipil Solidaridad Indonesia menggandeng media lokal di untuk memggaungkan program Power Of Voice (POV) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Organisasi international yang berfokus pada lima area inovasi seperti perubahan iklim, solusi digital, inklusi gender, investasi berdampak dan investasi bentang darat ini sedang menyuarakan soal sawit berkelanjutan bagi petani mandiri di Kabupaten Sintang.

"POV artinya kita memperkuat suara suara yang selama ini tidak terdengar melalui media. Program POV ini memperkuat suara terkait isu sawit berkelanjutan. Artinya solidaridad yang terdengar kita bekerja dengan komoditas berkelanjutan salah satunya ada teh dan kelapa sawit untuk wilayah Sintang. Saat ini kita bekerjasama dengan beberapa lembaga, kita dijaringan CSO kerjasama dengan FKMS (Forum Komunikasi Masyarakat Sipil)," kata Billy M Hasby, Program Koordinator Solidaridad Kalbar, Selasa 19 Oktober 2021.

Billy menyebut, melalui program ini dia berharap kedepan semakin banyak petani sawit mandiri yang memperhatikan aspek berkelanjutan, serta memperoleh sertifikat ISPO dan RSPO.

Kecelakaan Renggut Nyawa Ketua BEM Unka Sintang, Rektor Antonius: Anaknya Sopan, Aktif di Organisasi

"Melalui program POV ini kami berharap petani sawit yang ada di sintang ini bisa mengikuti standar keberlanjutan itu. Karena selama ini petani kita yang sudah didampingi kalau tidak dikomunikasi mencapai sawit berkelanjutan itu nampaknya akan sulit. Kemudian juga singkronisasi program pemeirntah kabupaten sintang, telah mendeklarasikan kabupaten lestari. Solidaridad mengambil peran komoditas keberlanjutan. Artinya kalau ini kabupaten lestari, produk yanng dihasilkan juga harus lestari, salah satunya sawit. Itu menjadi komoditas utama di sintang. Jadi kalau sudah berkelanjutan, otomatis menjadi ciris khas kabupaten lestari. Itu dipastikan produknya lestari juga," jelas Billy.

Solidaridad bekerjasama dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bersama dengan sejumlah CSO lainya yang turut berkontribusi dalam menyusun Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari (RAD-SL).

Komitmen ini telah dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Daerah Sintang Lestari (RAD-SL).

Rencana aksi ini ditujukan agar visi Sintang Lestari benar-benar secara operasional diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021–2026 dan ke dalam program-program Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kita berkontribusi tentang bagaimana memperkuat sawit berklanjutan di kabupaten sintang. Tahun ini dan selanjutnya solidaridad akan tetap hadir selama 5 tahun kedepan di sintang, kita akan lebih bermain di ranah advokasi basisnya tentang bagaimana sawit bisa berkelanjutan," ujar Billy.

Sr. Commonication Officer and gender Focal Point Indonesia, Suksma Ratri menambahkan selain Program POV, Solidaridad juga punya kegiatan lain yaitu Festival Pekebun Sawit Lestari.

Festival ini akan digelar di 11 Kabupaten, tempat kerja dampingan Solidaridad termasuk Sintang.

"Nanti ada pemilihan pekebun lestari. Dari 11 kabupaten itu akan dipilih 22, satu kabupaten ada 2 juara, dipilih lagi 1 juara umum yang akan dibawa untuk wisata edukasi ke pusat penelitian kelapa sawit di medan. Nanti juaranya akan menerima pendampingan untuk menjadi penangkar bibit kelapa sawit. Kalau misalnya ternyata dari sintang pemenangnya nanti ada penangkar bibit yang resmi dari PPKS," kata Ratri. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved