Breaking News:

PN Pontianak Mulai Sidangkan Kasus Penggelapan Dengan Kerugian 1 Milyar

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pontianak, Robin Hutagalu memastikan, penanguhan penahanan terdakwa lewat pengajuan.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Persidangan Kasus dugaan penggelapan dengan total nilai kerugian mencapai 1 milyar Rupiah di Pengadilan Negeri Pontianak, Senin 18 Oktober 2021, Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengadilan Negeri (PN) Pontianak mulai menyidangkan kasus dugaan penggelapan dengan kerugian korban hingga mencapai satu milyar rupiah.

Terdakwa pada kasus ini ialah Edi Handojo, mantan Direktur PT. Terus Maju Bersama, dan Liliyanti Komisaris perusahaan. Kedua pasangan suami istri ini diduga melakukan penggelapkan asset perusahaan hingga perusahaan dirugikan senilai satu miliar.

Oleh Jaksa Penuntut Umum, keduanya didakwa dengan pasal 374 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, atau kedua pasal 378 Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang penggelapan dan penggelapan dalam jabatan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pontianak, Robin Hutagalu mengatakan, modus yang dilakukan keduanya dengan cara memanfaatkan jabatanya sebagai Komisaris dan Direktur mengelola keuangan PT. Terus Maju Bersama yang bergerak dalam bidang ekspedisi.

Polda Kalbar Ungkap Kasus Penggelapan Mobil, Para Korban Ucapkan Terimakasih

"Hasilnya ini mereka gunakan untuk kepentingan pribadi. Nilai kerugian sementara satu miliar. Itu ada asset dan hasil perusahaan tahun 2020," kata Robin Hutagalu ditemui usai sidang di PN Pontianak, Senin 18 oktober 2021, dimana Agenda sidang itu menjadwalkan eksepsi pihak terdakwa.

Aksi keduanya ini diketahui perusahaan setelah, beberapa kali diajak Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) keduanya tidak pernah hadir.

"Saat dilakukan audit internal, untuk sama-sama audit, mereka tidak mau dan akhirnya mengundurkan diri," kata dia.

Robin mengatakan, kedua saat ini menjadi tahanan rumah atas penetapan Pengadilan Negeri Pontianak. Sebelumnya terdakwa di tahan di Polresta Pontianak Kota. Lalu dilanjutkan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Pontianak oleh Kejaksaan.

selanjutnya, Kehadiran terdakwa Edi Handojo, mantan Direktur PT Terus Maju Bersama (PT TMB), dan Liliyanti, mantan komisaris perusahaan dalam sidang di Pengadilan Negeri Pontianak sejak 11 Oktober lalu menimbulkan pertanyaan bagi korban.

Korban melalui kuasa hukumnya yakni, Raymundus Loin menyampaikan pihak korban menilai Keduanya seolah mendapat sebuah keistimewaan dengan pengalihan status penahanan oleh Majelis Hakim pengadilan. Padahal, kedua terdakwa sebelumnya ditahan di Rutan Polresta Pontianak dan Kejaksaan pun demikian.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved