Ciptakan Kemandirian Ekonomi, PT BMP Salurkan Bantuan Bibit Ikan Nila
"Kami berharap dengan adanya Program CSR ini, masyarakat khususnya Kelompok Tani dapat memaksimalkan segala sumber yang ada untuk meningkatkan pendapa
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Tetap berkomitmen pada pengembangan kemandirian ekonomi masyarakat, HPI Agro melalui salah satu anak perusahaannya PT Borneo Muria Plantation (BMP).
Menyalurkan program CSR kemandirian ekonomi pada Kelompok Tani Mitra Harapan di Dusun Empasak, Desa Tenguwe, Kecamatan Air Besar pada Senin 18 Oktober 2021.
Program CSR kemandirian ekonomi ini berupa Budidaya Ikan Air Tawar yaitu Ikan Nila.
"Kami berharap dengan adanya Program CSR ini, masyarakat khususnya Kelompok Tani dapat memaksimalkan segala sumber yang ada untuk meningkatkan pendapatan ekonominya," ujar Estate Manager PT BMP Sapto Wahono pada Selasa 19 Oktober 2021.
• Ciptakan Kamtibmas, Sat Intelkam Polres Landak Bersinergi Dengan Ormas Bala Dayak
Dijelaskannya, Program CSR ini juga merupakan bentuk tanggungjawab perusahaan kepada warga masyarakat sekitar lingkungan kebun. "Dengan harapan dapat merangsang masyarakat atau kelompok-kelompok tani yang lain untuk memunculkan ide-ide dan peluang usaha kreatif lainnya," kata Sapto.
Asisten Humas PT BMP Hamjah menyampaikan bahwa ada empat Kelompok Tani yang diakomodir programnya untuk CSR Kemandirian Ekonomi ini. Mulai dari pembiayaan hingga persiapan sarana dan prasarana budidaya dibantu.
"Bahkan pengadaan bibit yang menjadi kendala selama ini, mengingat lokasi budidaya yang sangat jauh dari perkotaan," jelas Hamjah.
CSR Area HPI-Agro Ferry Budi Rakhmad menambahkan, ini merupakan kelompok pertama yang diakomodir dari empat kelompok Tani yang sudah mengajukan programnya di PT BMP.
"Sedangkan untuk Kabupaten Landak kita sudah membina sejumlah 22 Kelompok Tani, dengan berbagai macam program Kemandirian Ekonomi dan tersebar diberbagai daerah wilayah di Kabupaten Landak," ungkapnya.
Dijelaskan Ferry, melalui program CSR ini pihaknya sangat paham, hadirnya perusahaan tidak dapat dilepaskan dari para pemangku kepentingan (Stakeholder) untuk berlaku etis.
Yaitu meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif yang mencakup aspek salah satunya ekonomi. "Dengan harapan konsep filantropi dapat ditingkatkan menjadi konsep pemberdayaan di lingkungan sekitar kebun," terang Ferry.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Mitra Harapan Ade, yang mana kelompok tani mereka berlokasi di Dusun Empasak, Desa Tenguwe, Kecamatan Air Besar.
Mengucapkan terimakasih atas dukungan dari perusahaan melalui Program CSR Kemandirian Ekonomi ini. "Kami berharap majunya perusahaan dapat beriringan dengan meningkatnya kemampuan ekonomi khususnya masyarakat di sekitar lokasi kebun perusahaan," tutupnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Landak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penyerahan-bibit-ikan-nila-kepada-kelompok-tani-oleh-pt-bmpt43.jpg)