Breaking News:

China Gunakan Vaksin Booster untuk Usia 60 Tahun, Bagaimana di Indonesia?

Selain itu, pakar WHO juga mengatakan bahwa orang berusia di atas 60 tahun yang diimunisasi penuh dengan vaksin Sinovac dan Sinopharm China harus dita

AFP
Kepala vaksin WHO, Kate O'Brien, mengatakan bahwa dosis booster harus dianggap sebagai bagian dari vaksinasi Covid-19 normal untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang akan diberikan setelah menunggu satu hingga tiga bulan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Strategi vaksin booster saat ini masih menjadi perhatian bagi dunia.

Dosis booster vaksin Covid-19 direkomendasikan oleh pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kelompok orang yang memiliki sistem kekebalan lemah.

Dilansir dari Medical Xpress, Senin 18 Oktober 2021, penasihat vaksin WHO merekomendasikan orang pada kelompok ini harus ditawari dosis tambahan dari semua jenis vaksin Covid-19 yang disetujui WHO.

Selain itu, pakar WHO juga mengatakan bahwa orang berusia di atas 60 tahun yang diimunisasi penuh dengan vaksin Sinovac dan Sinopharm China harus ditawarkan dosis vaksin Covid-19 ketiga.

Kajian Vaksin Booster: Ilmuan Sebut Suntikan Vaksin Booster Covid-19 Tidak Diperlukan

Kendati demikian, Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) menekankan tidak merekomendasikan dosis vaksin booster tambahan untuk populasi pada umumnya, yang sudah diluncurkan di beberapa negara.

WHO menginginkan adanya moratorium dosis vaksin booster untuk masyarakat umum hingga akhir tahun untuk memprioritaskan dosis pertama di puluhan negara yang kekurangan vaksin Covid-19.

SAGE mengatakan akan meninjau masalah dosis booster secara umum pada 11 November.

Sebelumnya, WHO telah memberikan persetujuan penggunaan darurat pada beberapa jenis vaksin Covid-19.

Vaksin Covid-19 yang disetujui WHO antara lain vaksin Pfizer-BioNTech, Janssen, Moderna, Sinopharm, Sinovac, dan AstraZeneca.

Tak hanya itu, WHO juga segera memutuskan untuk memberikan daftar izin penggunaan darurat untuk suntikan vaksin Covid-19 buatan perusahaan vaksin asal India, Bharat Biotech.

Pasokan Vaksin di Dunia Menurun, WHO Sebut Tahan Pemberian Vaksin Booster

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved