Breaking News:

KISAH Warga Kota Pontianak dan Singkawang Terjerat Hingga Diancam oleh Perusahaan Pinjaman Online

Joko berujar Ia pernah ditagih dengan teror, kemudian data pribadi yang menjadi privasinya disebarluaskan. Menurutnya aplikasi pinjol ada yang legal d

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Imam Maksum
Polda Kalbar grebek kantor pinjol di Jalan Veteran Kota Pontianak, Kalbar Sabtu 16 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Joko merupakan warga Kota Singkawang yang mengaku pernah melakukan peminjaman uang di aplikasi pinjaman online.

“Awalnya limit yang ditawarkan oleh pihak pinjol tidak besar, namun kalau sudah sering memakai jasa pinjol bisa ditawarkan besar,” kepada Tribun Pontianak, Minggu 17 Oktober 2021.

Joko berujar Ia pernah ditagih dengan teror, kemudian data pribadi yang menjadi privasinya disebarluaskan. Menurutnya aplikasi pinjol ada yang legal dan ada yang  ilegal. Namun bunga dari kedua kategori pinjol itu sama sama mencekik. 

“Sama sama mencekik dan memakai sistem teror dan kasar, bunga yang besar juga melilit,” katanya

AKBP Ade Kuncoro Ridwan Sebut Belum Ada Teridentifikasi Usaha Pinjaman Online di Kabupaten Sanggau

Bahkan walaupun nilai Rupiah yang dipinjam tidak besar sistem terornya tetap kasar. Bahkan terkadang Joko mengaku telah ditagih walaupun belum jatuh tempo.

“Sampai-sampai discam data kontak kita, buat nyebar data dan malu malukan kita,” imbuhnya.

Korban lain adalah Adi, warga Pontianak yang meminjam Rp400 ribu kepada aplikasi pinjol beberapa bulan belakangan. Adi bilang Ia kerap ditagih pinjol dengan nada kasar melalui pesan whatsapp. Ancaman juga kerap ia rasakan dari pihak pinjol.

“Pertama kita merasa tertipu, selain kita tidak tahu apakah aplikasi itu legal dan ilegal,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 17 Oktober 2021.

Pihak pinjol dirasa Adi melakukan penipuan karena tidak sesuai dengan perjanjian awal. Adi mengatakan saat ia meminjam Rp1 Juta bahkan uang yang ditransfer hanya Rp980 ribun berdalih ada potongan admin.

“Kemudian di awal bilang bunganya 80 ribu, jadi saya kira harus mengembalikan Rp1,08 Juta, namun kenyataannya ditagih Rp1,4 Juta,” ujar Adi. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved