Khazanah Islam
Apa Perbedaan antara Haji dan Umrah dari Segi Pengertian Maupun Waktu Pelaksanaan?
Meski dilaksanakan pada tempat yang sama, ada perbedaan antara Haji dan Umrah yang harus kamu ketahui.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Haji dan Umrah adalah ibadah yang istimewa.
Kedua ibadah ini tak bisa dilaksanakan di sembarang tempat.
Ibadah haji dan umrah hanya bisa dilaksanakan di tanah suci.
Meski dilaksanakan pada tempat yang sama, ada perbedaan antara Haji dan Umrah yang harus kamu ketahui.
Apa saja perbedaan haji dan umrah? Berikut penjelasannya:
• Pengertian Umrah Lengkap dengan Syarat Wajib dan Syarat Sah Umrah
1. Pengertian
- Haji
Istilah haji berasal dari kata hajja berziarah ke, bermaksud, menyengaja, menuju ke tempat tertentu yang diagungkan.
Sedangkan menurut istilah haji adalah menyengaja mengunjungi Ka’bah untuk mengerjakan ibadah yang meliputi thawaf, sa’i, wuquf dan ibadah-ibadah lainnya untuk memenuhi perintah Allah Swt dan mengharap keridlaan-Nya dalam waktu yang telah ditentukan
- Umrah
Pengertian Umrah menurut bahasa adalah ziarah ataun berkunjung.
Sedangkan menurut istilah syara’, umrah adalah menziarahi Ka’bah di Makkah dengan niat beribadah kepada Allah SWT disertai syarat-syarat tertentu.
• Tarif Umrah Terbaru Oktober 2021 dan Syarat Menunaikan Ibadah Umrah Khusus Jemaah Indonesia
2. Hukum melaksanakan
- Haji
Haji hukumnya wajib adalah fardhu a’in atas mukmin yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.
- Umrah
Hukum umrah terbagi menjadi dua:
Pertama, Umrah sunnah, yaitu umrah yang dilaksanakan sewaktu-waktu atau kapan saja di luar batas waktu haji (bulan-bulan haji).
Kedua, Umrah wajib yaitu yang dilaksanakan dalam rangkaian ibadah haji dan dilaksanakan pada batas waktu haji (bulan-bulan haji).
3. Waktu pelaksanaan
Haji hanya dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah.
Sementara Umrah bisa dilaksanakan kapanpun di luar bulan Dzulhijjah.
4. Rukun Pelaksanaan
Perbedaan Haji dan Umrah juga terdapat pada rukun.
Rukun haji adalah: ihram, wukuf, thawaf, sai, tahallul, tertib.
Sementara rukun Umrah: ihram, thawaf, sa’i, tahallul, dan tertib.
Jadi perbedaannya terletak pada thawaf.
Kewajiban wajib haji ialah sebagai berikut: ihram dari miqat, bermalam di Mudzalifah, bermalam di mina, melempar jumrah.
Kemudian meningggalkan segala yang haram karena ihram, melaksanakan thawaf wada’ atau thawaf perpisahan.
Sementara wajib umrah hanya ada dua macam, yaitu niat ihram dari miqat, dan meninggalkan dari segala larangan umrah, sebagaimana halnya larangan dalam mengerjakan haji.
Perbedaan Haji dan Umrah juga bisa dilihat dari urutan pelaksanannya.
Urutan Pelaksanaan Haji
- Ihram
Pelaksanaan ihram paling lambat tanggal 9 Dzulhijjah pada miqat yang telah ditentukan.
- Wukuf di Arafah
Berkumpul di Padang Arafah beberapa saat yang di nilai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah hingga menjelang fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Wukuf dapat di lakukan dimana saja asal masih di sekitar Arafah.
- Mabit di Mudzalifah
Selesai melaksanakan wukuf, lalu berangkat menuju mudzalifah untuk mabit atau menginap di sana walaupun sebentar, waktunya di mulai dari tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbitnya fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.
- Melontar Jumrah Aqabah
Setibanya di Mina (waktu duha tanggal 10 Dzulhijjah) lalu melontar jumrah aqabah (tempat untuk melontar batu yang terletak di Bukit Aqabah) dengan tujuh batu kerikil.
- Tahallul awal
- Thawaf Ifadah
- Sa’i
- Tahallul kedua
- Mabit (bermalam) di Mina
Urutan Pelaksanaan Umrah
- Ihram
- Masuk ke Masjidil Haram untuk melakukan thawaf sebanyak tujuh kali sekali putaran, yang di mulai dari sudut hajar aswad dan berakhir di sana pula.
- Sa’i antara bukit Safa dan Marwa
- Tahallul
Sumber: Buku Fiqh Kelas VIII