Breaking News:

Serunya Lomba Bakiak di Museum Kapuas Raya Sintang, Diikuti Anak Millenial Hingga Emak-emak

Peserta terdiri dari perwakilan OPD, institusi pendidikan, mahasiswa, dan umum. Panitia menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp 2.500.000.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menggelar lomba permainan tradisional Bakiak di halaman Museum Kapuas Raya, Jalan Sintang-Putussibau, Kamis 14 Oktober 2021. Permainan rakyat ini digelar dalam rangka Hari Jadi Museum Kapuas Raya ke-13 dan Hari Museum Indonesia ke 3. Perlombaan ini rangkaian kegiatan Pemeran Virtual Temporer Kain Tradisional yang digelar Disdikbud sejak tanggal 11--20 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menggelar lomba permainan tradisional Bakiak di halaman Museum Kapuas Raya, Jalan Sintang-Putussibau, Kamis 14 Oktober 2021.

Permainan rakyat ini digelar dalam rangka Hari Jadi Museum Kapuas Raya ke-13 dan Hari Museum Indonesia ke 6. Perlombaan ini rangkaian kegiatan Pemeran Virtual Temporer Kain Tradisional yang digelar Disdikbud sejak tanggal 11--20 Oktober 2021.

Total ada 17 regu yang ikut dalam perlombaan Bakiak. Pesertanya lintas generasi. Ada anak millenial, sampai dengan emak-emak.

Peserta terdiri dari perwakilan OPD, institusi pendidikan, mahasiswa, dan umum. Panitia menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp 2.500.000.

Plh Bupati Sintang Yosepha Hasnah Minta PGRI Bantu Sosialisasikan Program Vaksinasi

Bakiak merupakan salah satu permainan tradisional. Bakiak berbentuk panjang ini umumnya terbuat dari kayu bertali karet.
Sepasang bakiak minimal memiliki tiga pasang sandal atau lebih.

Diperlukan kerja sama tim dan ketangkasan agar satu kelompok dapat berjalan dengan cepat dan tak terjatuh.
Kelompok yang pertama kali tiba di ujung lintasan merupakan pemenang dari perlombaan tersebut.

Tak mudah bekerja satu kelompok untuk bergerak melangkah bersama sampai ke garis finish. Peserta lomba bahkan ada yang kesulitan, bahkan terjatuh.

Pakaian para peserta bebas. Ada yang mengenakan pakaian khas melayu, almamater kampus, sampai dengan perabotan rumah tangga yang digantung di leher. Para peserta berlomba sangat sportif.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Disdikud Kabupaten Sintang, Susana Raguniaty mengatakan lomba Bakiak diselenggarakan untuk mempopulerkan permainan rakyat kepada pelajar dan masyarakat umum.

"Lomba ini untuk memperkenalkan permainan tradisonal pada pelajar dan masyarakat umum. Ini kan tradisional, tetapi vanyak anak kita belum mengenal apa itu Bakiak. Mudah mudahan kedepan permainan tradisional lainnya jug semakin dikenal," harap Susana. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved