Breaking News:

Pihak Upelkes Benarkan Adanya Relawan yang Belum Menerima Insentif Tenaga Kesehatan

Mengenai adanya relawan yang diberhentikan, Rinik menjelaskan bahwa pemberhentian itu dikarenakan perubahan status Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC)

Penulis: David Nurfianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/David Nurfianto
Kordinator Pelayanan Medis (Yanmed), Dr. Rinik (Tengah) saat ditemui di Ruang IGD Pelatihan Kesehatan (Upelkes) yang berada di jalan Lapan, Kelurahan Siantan Hulu, kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Kamis 14 Oktober 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Koordinator Pelayanan Medis (Yanmed) Unit Pelatihan Kesehatan (Upelkes), DR. Rinik membenarkan bahwa masih ada relawan yang belum terima gaji.

"Benar masih ada relawan yang belum menerima bayaran, dan mereka setiap hari chat saya," ujar Rinik saat diwawancarai Tribun. Kamis, 14 Oktober 2021

Mengenai adanya relawan yang diberhentikan, Rinik menjelaskan bahwa pemberhentian itu dikarenakan perubahan status Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC)  menjadi Isolasi Terpusat (Isoter).

3 Bulan Bertugas Rawat Pasien COVID-19, Seorang Perawat di Kalbar Diberhentikan & Belum Terima Gaji

Kemudian, Rinik mengatakan bahwa keputusan perubahan status Upelkes dari RSDC menjadi Isoter diberitakan melalui pesan Whatsapp.

"Perubahan status disampaikan melalui pesan whatsapp, pada pukul 15.30 tanpa adanya surat keputusan," jelas Rinik.

Rinik juga sangat menyayangkan hal itu, karena sudah ada relawan yang bertugas pada hari itu. "Sudah ada yang dinas pagi dan sore, kenapa tidak diberitahu pagi hari atau satu hari sebelumnya, sehingga kita bisa memberitahu mereka untuk tidak bertugas," imbuhnya.

Tak hanya itu, Rinik juga sangat menyesali keputusan pasalnya masih banyak relawan yang belum menerima gaji.

"Padahal masih banyak yang belum menerima bayaran, sampai sekarang mereka masih chat saya. Bahkan dengan keputusan itu banyak yang mengeluh," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rinik juga membenarkan bahwa turunnya surat keputusan (SK) relawan juga lambat. Hal ini juga yang membuat dirinya sempat kebingungan untuk mendata relawan yang masuk di RSDC.

"SK telat, dan relawan ini banyak dibagi di LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan-red), Vaksin, tapi semuanya masuk dalam RS darurat," kata Rinik.

Dengan hal ini, Rinik juga tidak dapat berbuat banyak pasalnya perekrutan dan pemutusan SK relawan semuanya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat.

"Ya saya pun tidak bisa berbuat banyak atas keluhan dan tuntutan relawan, karena keputusan ada di dinas," tegasnya.

Rinik cuma bisa berharap hal demikian bisa cepat ditanggapi, karena dirinya merasa kasihan pada relawan.

"Ya kita harap bisa cepat ditanggapi, karena banyak relawan yang sampai ndak bisa bayar kontrakan karena berasal dari luar daerah. Bahkan ada yang dari luar provinsi, ini kan mereka pasti harapkan bayaran itu," tutupnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved