Breaking News:

Gempuran Vaksinasi di Sintang, Trend Kasus COVID Menurun | Ruang Isolasi Mandiri Diklat Nihil Pasien

Penurunan juga tampak terjadi di RIM Rusunawa. Per 11 Oktober, hanya satu saja yang dirawat. Sisanya, 5 orang menjalani perawatan di RSUD Ade M DJoen

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ekspresi warga saat menerima suntikan vaksin Covid-19. Berkat gencarnya vaksinasi, terjadi penurunan kasus konfirmasi dan pasien yang menjalani perawatan terjadi sejak September 2021 di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Lebih dari sepekan Ruang Isolasi Mandiri (RIM) Diklat tak ada merawat pasien corona. Terakhir, ada tiga orang pasien dalam perawatan di RIM pada 29 September 2021 berdasarkan data yang diupdate Satgas Penanganan Covid Kabupaten Sintang. Lalu, per 1 Oktober 2021, tak ada lagi pasien corona yang dirawat di RIM diklat, sampai dengan 11 Oktober 2021.

Penurunan juga tampak terjadi di RIM Rusunawa. Per 11 Oktober, hanya satu saja yang dirawat. Sisanya, 5 orang menjalani perawatan di RSUD Ade M DJoen dan 16 orang isolasi mandiri di rumah. Penurunan kasus konfirmasi dan pasien yang menjalani perawatan terjadi sejak September 2021 di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Data kumulatif Covid-19 di Kabupaten Sintang, jumlah angka terkonfirmasi mencapai 3.435 orang dari 13.858 spesimen yang diperiksa. 3.176 di antaranya dinyatakan sembuh dan 268 orang meninggal.

Plh Bupati Yosepha Hasnah Akan Bahas Usulan Wajibkan ASN Gunakan Batik Berbahan Tenun Ikat Sintang

“Kita punya tempat isolasi untuk pasien covi itu di rusunawa dan di diklat, kondisi minggu ini dari beberapa hari lalu tidak ada pasiennya yang dirawat. Ini menunjukn terjadi penurunan kasus angka positif. Bukan berarti covid di sintang sudah nol. Masih ada beberapa isolasi mandiri juga, sekitar 20 orang. Karena mereka tidak bergejala, masyarakat tetap waspada, covid tetap ada,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, Kamis 14 Okober 2021.

Sinto menyebut trend penurunan kasus corona di Kabupaten Sintang, disebabkan gencarnya vaksinasi yang dilakukan oleh sejumlah pihak, melalui gerakan gebyar vaksinasi hingga vaksinasi massal di sejumlah tempat, termasuk kecamatan dan desa.

“Dari sekitar 298 ribu target sasaran masyarakat se Kabupaten Sintang, dan sekarang sudah divaksin mencapai 26 persen cukup tinggi menurut saya, kita juga melakukan vaksinasi massal di mana-mana. Bahkan sekarang jumlah vaksin yang datang itu juga cukup memadai untuk kita bagi sampai ke kecamatan,” ungkap Sinto.

Ditegaskan Sinto, penurunan kasus corona di Sintang, bukan karena tracing dan testing rendah. Tapi memang disebabkan oleh gencarnya vaksinasi.

“Kasusnya memang sedikit. Kita tracing dan testing tetap dari satu yang positif tetap kita tracing bersama dengan angota polsek dan TNI. Bahkan kita fokuskan bagi yang ditracing itu dalam kota kita PCR semua, tidak antigen lagi, kecuali di kecamatan," ujarnya.

"Stok antigen dan PCR kita banyak vaksin memadai, sekarang kita fokus vaksinasi. Masyarakat jangan berfikir sudah divaksin aman, masih bisa terpapr corona, makanya prokes tetap dipatuhi," paparnya.

Meski tidak ada pasien yang menjalani perawatan di ruang isolasi yang disiapkan pemerintah, tenaga kesehatan dan dokter tetap siaga dan waspada.

“Kita berharap cepat nol covid di sintang, ini sekarang berada di zona kuning resiko rendah. Pengaruh besar sekali penurunan angka positif dengan vaksinasi. Perawat tetap standby di rusun dan diklat dan rumah sakit tetap bersiap, kita jangan langah, masyarakat juga jangan lengah, Kita tracing juga jalan terus. Bahkan kita menawarkan ke kantor kalau mau karyawannya mau diswab kita lakukan secara berkala,” tukasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved