Breaking News:

Siapa Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Apa Peran Beliau dalam Perkembangan Islam di Indonesia?

Sebelum berangkat ke tanah suci, beliau dinikahkan dengan seorang putri yang bernama Bajut sebagai sarana untuk mengikat perasaan dengan keluarga di t

Editor: Nasaruddin
BANJARMASINPOST.co.id/nia kurniawan
Syaikh Muhammad Arsyad al Banjari dikenal juga Datu Kalampayan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Muhammad Arsyad al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kalimantan Selatan pada tahun 1710.

Beliau lahir dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah.

Setelah wafat, beliau dikenal dengan sebutan Datuk Kalampayan karena dimakamkan di Desa Kalampayan.

Ketika masih kanak-anak, beliau diadopsi oleh Sultan Tahlilullah untuk dididik secara tuntas.

Bahkan, beliau dikirim ke Mekah dan Madinah untuk belajar di sana selama lebih kurang 30 tahun.

Sebelum berangkat ke tanah suci, beliau dinikahkan dengan seorang putri yang bernama Bajut sebagai sarana untuk mengikat perasaan dengan keluarga di tanah air.

Biografi Syaikh Abdur Rauf As-Singkili: Mufti Kerajaan Aceh yang Punya Karya Tafsir, Fiqh dan Hadits

Di antara gurunya yang sangat berpengaruh adalah Syekh ‘Athaillah yang pernah memberikan izin kepada Muhammad Arsyad al-Banjari untuk mengajar dan memberi fatwa di Masjidil Haram.

Selain itu dirinya juga belajar kepada al-Faqih Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi dan al-‘Arif Billah Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Samman al-Hasani al-Madani.

Syekh yang diucapkan terakhir merupakan guru Muhammad Arsyad di segi tasawuf, dimana di bawah bimbingannyalah Muhammad Arsyad melakukan suluk dan khalwat, sehingga mendapat ijazah darinya dengan kedudukan sebagai khalifah.

Selain itu guru-guru Muhammad Arsyad yang lain di antaranya Syekh Ahmad bin Abdul Mun'im ad Damanhuri, Syekh Muhammad Murtadha bin Muhammad az Zabidi dan Syekh Hasan bin Ahmad al Yamani.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved