Breaking News:

Pencarian Korban Tenggelam Terus Dilakukan, Ini Kronologi Kejadian Versi Polsek Putussibau Selatan

Mereka berdua menggunakan perahu body kayu dengan mesin tempel 3,3 PK Merk Mercury, yang bertujuan untuk mencari bunga keladi

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Kapolsek Putussibau Selatan IPDA Faldo Yefri Oktavianus saat mendengar penyampaian dari warga, saat mencari korban yang diduga tenggelam di sungai Kapuas, daerah Dusun Mata Lunai Desa Beringin Jaya Kecamatan Putussibau Selatan, Rabu 13 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Kapolsek Putussibau Selatan IPDA Faldo Yefri Oktavianus menyatakan, kalau pihaknya telah melakukan pencarian korban diduga hilang tenggelam di Riam Menyuai Dusun Mata Lunai Desa Beringin Jaya Kecamatan Putussibau Selatan.

"Hingga saat ini korban yang diduga tenggelam tersebut belum berhasil ditemukan, dan pencarian terus dilakukan oleh seluruh pihak serta masyarakat itu sendiri. Mudah-mudahan korban segera ditemukan," ujarnya kepada Tribun, Rabu 13 Oktober 2021.

Sedangkan kronologi kejadian berdasarkan data dari Polsek Putussibau Selatan, pada Minggu tanggal 3 Oktober 2021 sekitar pukul 09.00 WIB, korban bernama Sabli bersama temannya Mustaidin, warga Dusun Lunsara RT 01 Desa Suka Maju Kecamatan Putussibau Selatan, berangkat dari Dusun Lunsara Desa Suka Maju menuju Nanga Menyuai Dusun Mata Lunai Desa Beringin Jaya Kecamatan Putussibau Selatan.

"Mereka berdua menggunakan perahu body kayu dengan mesin tempel 3,3 PK Merk Mercury, yang bertujuan untuk mencari bunga keladi, berburu rusa serta mencari ikan," ucap Kapolsek.

Diduga Tenggelam di Sungai Kapuas, Warga Lunsara Putussibau Selatan Belum Ditemukan

Pada hari Senin 11 Oktober 2021 sekitar pukul 10.00 WIB korban serta temannya tersebut ingin pulang ke rumah, karena perbekalan selama di lokasi tempat kerja habis. "Ketika dalam perjalanan melewati Riam Menyuai sekitar pukul 22.00 WIB, perahu yang mereka gunakan itu jadi oleng, hingga masuk air ke dalam perahu, akibat derasnya arus air sungai Kapuas di riam," ujarnya.

Kemudian Mustaidin langsung terjun kesungai, dan menarik perahu ke tepi Sungai Kapuas, sedangkan korban berusaha menimba air ke luar perahu, tak lama ketika hampir sampai di tepi sungai kapuas, perahu tenggelam (karam) ke sungai Kapuas.

"Akibat tenggelam tersebut, sehingga barang bawaan ikut tenggelam serta hanyut dibawa arus sungai, dan korban saat itu memegang bagian depan perahu. Korban sempat bilang, karung saya habis hanyut," ucapnya.

Sedangkan temannya korban, terus berenang sambil menarik perahu ke tepi sungai dengan ke dalaman sepinggan orang dewasa (kurang lebih 1 meter). "Teman korban juga sempat bilang ke korban, tidak usah dihiraukan barang itu,kita amankan perahu dahulu, tapi korban sendiri tetap terus berenang mengejar karung yang hanyut tersebut," ujarnya.

Tak lama kemudian Mustaidin mengikatkan tali perahu, dan membalik perahu yang sudah terbalik, serta menimba air dan memperbaiki Mesin Tempel yang sudah terendam air. Setelah selesai dan bisa digunakan, Mustaidin mulai mencari korban menggunakan perahu dengan mesin tempel tersebut.

"Namun setelah dicari korban kunjung tak ditemukan, hingga sampai ke di lanting warga. Barulah teman korban tersebut, menceritakan yang mereka alami ke masyarakat setempat. Kemudian bersama - sama mencari korban sampai pukul 01.00 WIB, dan hasilnya juga tidak menemukan korban," ucapnya.

Terus pencarian korban dilanjutkan pada Selasa 12 Oktober 2021, dari pukul 05.00 WIB sampai 07.30 WIB, baik di sungai maupun di darat lokasi kejadian tersebut, namun hasilnya juga sama tidak ditemukan. "Teman korban lalu diantar pulang ke Desa Suka Maju oleh warga, dan langsung menyampaikan kejadian ke pihak keluarga," ujarnya.

Setelah mendengar kejadian tersebut, pihak keluarga menghubungi warga lainnya, langsung melakukan pencarian korban dan hingga saat ini korban juga belum berhasil ditemukan.

"Perahu Body Kayu dengan Mesin Tempel 3,3 PK Merk Mercury yang digunakan korban dan saksi pada waktu kejadian saat ini masih berada di TKP, dan adapun isi Karung milik korban yang dikejar oleh korban yaitu sebuah kelambu bekas, serta Satu Buah Senter Baterai berukuran sedang yang saat ini sudah diambil oleh pihak keluarga Korban," ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved